Wujudkan Wirausaha Manndiri Lewat Pelatihan Blusukan Secara Gratis

oleh -

REMBANG – cbfmrembang.com, Pemkab Rembang melalui Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker) yang biasanya membuka kelas pelatihan secara gratis di lingkup dinasnya, sekarang sudah merangkak pada pelatihan blusukan ke desa / kelurahan yang ada di Kabupaten Rembang.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja melalui Kepala Bidang Tenagakerja Saiful mengatakan bahwa pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan baik melalui anggaran APBN maupun APBD tahun ini sangat terbatas, Ia menjelaskan hanya tersedia 13 paket atau desa / kelurahan yang tersebar di 14 Kecamatan yang ada di Kabupaten Rembang.

Detik-Detik Bangunan Kompleks Kantor Dinas Pertanian Terbakar

Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri pelatihan pengembangan usaha mandiri spesial menjahit di salah satu Rumah Warga Desa Kalipang Kecamatan Sarang kamis pagi (10/10/19) waktu setempat.

Menurutnya hal ini perlu dilakukan pasalnya banyak masyarakat di luar kota Rembang yang membutuhkan pelatihan tersebut, dengan prioritas daerah yang sulit untuk dijangkau, sehingga hal seperti ini perlu untuk diterapkan agar tepat sesuai sasaran.

Ia juga menegaskan bahwa hal ini atas ide atau gagasan dari Istri Bupati yang sekaligus menjabat sebagai ketua TP PKK Kabupaten Rembang Hj. Hasiroh Hafidz.

Istri Bupati saat membuka pelatihan tersebut dengan resmi juga menuturkan kepada puluhan peserta agar dapat mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh sehingga mendapatkan hasil yang berguna dan bermanfaat khususnya untuk diri sendiri beserta keluarga dan lebih umumnya dapat bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

“Kami mengucapkan terimakasih sekali kepada dinas dpmptsp yang mana pada hari ini telah mengadakan kegiatan pelatihan menjahit karena kami inginnya kecamatan sarang khususnya desa kalipang ini bapak ibu untuk bisa menjahit, ngendikane bapak dpmptsp tadi sak oran iran nel iso njahit khusue nggo anake dewe keluargane lan umume untuk orang lain agar bisa membuka tailor.” Ungkapnya

Disamping pelatihan ini akan berlangsung selama 10 hari, usai pelatihan ini Hasiroh Hafidz akan melakukan monitoring secara berkala guna mengetahui sejauh mana pelatihan ini berhasil. ( Ki Dwi / Mifta )