Waspada, Aktivis Eks HTI Masih Berkeliaran Menebar Provokasi

oleh -118 views

REMBANG – cbfmrembang.com, Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kordinator Wilayah (Korwil) Jateng dan DIY H Mujiburrahman (Gus Mujib) menyampaikan, meski organisasi terlarang HTI sudah dibubarkan ternyata masih banyak anggota-anggotanya yang berkeliaran, dengan sengaja menebar provokasi di tengah masyarakat.

Hal itu disampaikan saat dirinya menghadiri Konferensi Cabang (Konfercab) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, di Pesantren Ngisor Waru yang berlokasi di Desa Sugihan Kecamatan Kota, Kabupaten Rembang, belum lama ini.

SWALAYAN PANTES DI KECAMATAN LASEM REMBANG TERBAKAR

Ia memberi contoh, salah satunya yang sempat viral hari ini ialah, adanya seseorang yang tersohor mencoba memprovokasi dengan bahasa–bahasa yang dapat memicu ketersinggungan antar umat beragama.

Salah satunya lanjutnya, adalah mengolok-olok lambang agama lain. Bahkan agama yang diolok-olok tersebut sempat menanggapi dengan nada yang tidak kalah kerasnya. Jika ini dibiarkan, tentu akan memicu terjadi pertempuran antar agama di Indonesia.

“Meskipun HTI sudah dibubarkan, tetapi anggotanya masih banyak yang berkeliaran. Masih banyak anggotanya yang mencoba memprovokasi, memfitnah, mengadudomba, dan mengusik ke Bhinekaan Indonesia. Belum lama ini ada orang memprovokasi dengan bahasa–bahasa yang tidak semestinya, mengolok-olok lambang agama lain, yang sempat viral dan ditanggapi oleh agama yang bersangkutan dan juga tidak kalah keras,” ujarnya.
“Kalau ini dibiarkan maka akan terjadi pertempuran antar agama di Indonesia,” imbuh Mujiburrahman.

Oleh karena itu, Gus Mujib mengajak kepada segenap kader GP Ansor untuk terus pro aktif dalam memerangi narasi provokasi yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Konferensi Cabang (Konfercab) ke-21 itu dihadiri perwakilan pengurus PAC dan Ranting se-Kabupaten Rembang berhasil memilih ketua baru H Nadzief Shidqi melalui musyawarah untuk periode 2019-2024. ( Asmui / Mifta )