Truck Tanpa Muatan Nyemplung Sungai Babagan

oleh -

LASEM – cbfmrembang.com, Warga Dihebohkan Truk Gandeng Tanpa Sopir Tercebur di Sungai Babagan
Warga Kecamatan Lasem Senin malam (29/7) dihebohkan dengan kejadian truk gandeng tanpa sopir yang kejebur di sungai Babagan. Peristiwa aneh tersebut terjadi sekira pukul 19.00 WIB di RT 2 RW 1 Desa Babagan.

Kabar tersebut tersebar pertama di media sosial yang diunggah akun Youtube CBFM Rembang. Setelah kabar tersebut viral di medsos banyak orang berdatangan untuk melihatnya hingga saat berita ini diturunkan.

Detik-Detik Bangunan Kompleks Kantor Dinas Pertanian Terbakar

Mulanya sekira pukul 19.00, salah satu wartawan Radio CBFM, Miftachussolichin dan keluarganya yang tinggal di dekat dimana truk tersebut terparkir mendengar suara keras seperti truk dengan muatan kosong ngebut.

Karena merasa aneh, Ia pun keluar rumah namun ternyata setelah keluar tidak ada apa apa. Namun ternyata setelah ayahnya bertanya tentang truk yang tercebur di sungai barulah sadar bahwa suara keras tersebut berasal dari truk yang berjalan sendiri tanpa sopir.

“Awalnya saya dan keluarga nonton TV terus dengar suara keras kayak truk muatan kosong yang jalan seperti biasa. Ternyata lama lama suaranya tambah keras akhirnya saya keluar tapi kok tidak ada apa apa, sepi saya pikir truknya sudah berangkat jadi saya nonton tv lagi habis itu Bapak pulang dari masjid baru tanya tadi tau ada truk tercebur sungai? Baru kita sadar ternyata tadi suara truk, ” ungkapnya.

Pada saat kejadian sopir truk tersebut yang bernama Dana Indrayana warga Desa Soditan Lasem tidak ada dilokasi karena berada di rumah. Truk diparkir rekannya untuk memberikan jalan kepada truk lain untuk keluar dari garasi.
“Saya ya nggak tau mas, saya dirumah. Truk di dalam garasi terus di keluarkan temen saya, y sudah diparkir di depan terus di tinggal. Selang beberapa lama, saya mau berangkat kok nyari truk saya tidak ada, ternyata masuk sungai, “ ujarnya.

Hingga saat ini warga terus berdatangan untuk menyaksikan ttruk tersebut, sampai- sampai sejumlah pedagang makanan mangkal di sekitar lokasi kejadian. Rencananya truk akan dievakuasi menggunakan crane (kren) dari Semarang. ( Ki Dwi / Mifta )