Tradisi Kirim Do’a masih Lestari di Rembang

oleh -120 views
www.viva.co.id

KALIORI – cbfmrembang.com, Ziarah kubur merupakan sebuah tradisi yang dilakuka setiap menjelang, maupun saat lebaran tiba. Tradisi ini mesih menjadi sebuah ritual rutin yang dilakukan sebagian besar masyarakat Indonesia.

Meski hanya sekedar mengunjungi makam keluarga untuk menabur kembang, atau hanya membersihkan area makam. Hal ini menjadi sebuah kearifan lokal yang terpelihara secara turun temurun.

SEPEDA SANTAI POLRES REMBANG, HUT BHAYANGKARA KE-73

Hal itu terlihat jelas, ketika lebaran area pemakaman selalu ramai di kunjungi sanak saudara para ahli kubur.

Seperti yang dilakukan oleh warga di Desa Kuangsan, Kecamatan Kaliori, pada hari selasa (4/6/2019) kemarin. Mereka melestarikan tradisi kirim doa menjelang lebaran. Kegiatan yang dilaksanakan rutin setiap tahunnya itu digelar di rumah masing-masing warga usai salat maghrib.

Kepala Desa Kuangsan, Tarmuji mengatakan dalam acara kirim doa dilakukan dengan tujuan untuk mendoakan orang yang sudah meninggal dunia, yang dilakukan dengan cara bancaan nasi 2 piring, apem dan jajan pasar.

“Dulunya dalam kegiatan pesta kirim doa sedekahnya berupa nasi. Namun karena dengan banyaknya nasi, jadi mubazir tidak termakan. Bahkan menjadi karak. Maka berubahnya waktu diganti dengan sedekah jajan. Tetapi tidak meninggalkan 2 piring nasi dan apem.” Imbuhnya.

Sebelum kegiatan kirim doa di rumah menurut Tarmuji, pada hari selasa sore, menggelar kirim doa bersama di makam desa setempat.

Sedangkan pada Rabu (5/6), seusai khutbah idul fitri masyarakat juga menggelar tradisi syawalan. Tradisi ini diisi dengan pesta makan nasi di masjid dilanjutkan silaturahim dan saling meminta maaf ke tetangga.( Masudi / Mifta )