Tiga Desa Telah Dipasangi Alat Deteksi Dini Tanah Longsor

oleh -151 views

REMBANG-cbfmrembang.com, Memasuki musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, telah mengantisipasi bencana di wilayah kabupaten Rembang. Antisipasi bencana itu dengan membuat peta lokasi rawan tanah longsor dan banjir.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Rembang – Purwadi Samsi mengatakan untuk mengantisipasi bahaya tanah longsor dan banjir dengan pihaknya telah menggelar sosialisasi budaya sadar bencana di daerah rawan bencana. Selain itu Relawan sadar bencana di lokasi rawan bencana juga dibentuk.

SEPEDA SANTAI POLRES REMBANG, HUT BHAYANGKARA KE-73

Purwadi Samsi menambahkan untuk mengantisipasi longsor, BPBD Kabupaten Rembang telah memasang alat deteksi dini tanah longsor di beberapa Desa. Seperti desa Bendo, kecamatan Sluke; desa Gowak dan desa Sendangcoyo kecamatan Lasem.

“Semacam sirine , yang jika ada pergerakan tanah nanti akan bunyi. Jadi masyarakat mengetahuinya, “ ungkapnya.

Berdasarkan pemetaan daerah rawan bencana, desa yang masuk zona rawan tanah longsor Kecamatan Lasem berada di Desa Gowak, Sendangcoyo, Ngargomulyo dan Desa Kajar. Sedangkan di Kecamatan Sluke berada di Desa Bendo, Rakitan, Manggar, Langgar dan Desa Sanetan.

Sementara daerah rawan longsor Kecamatan Pancur berada di Desa banyuurip, Johogunung, Ngroto dan desa Ceriwik. Selain itu Desa Bitingan Kecamatan Sale, Desa Candimulyo dan Desa Dadapan, Kecamatan Sedan.

Sedangkan Desa yang masuk daerah rawan bencana banjir tersebar di Kecamatan Lasem meliputi Desa Dasun, Gedongmulyo dan Desa Ngemplak. Selanjutnya Kecamatan Sumber meliputi Desa Krikilan, Kedungtulup dan Desa Sekarsari. Sementara Kecamatan Kaliori meliputi Desa Kuangsan, Banggi dan Desa Karangsekar.(Masudi/Mifta)