Terhimpit Ekonomi, Pemuda Ini Nekat Berubah Jadi Robot

oleh -1.232 views

REMBANG – cbfmrembang.com, Gara-gara terhimpit ekonomi terkadang menjadikan seseorang gelap mata. Tak jarang mereka cenderung melakukan hal yang negatif dengan dalih kepepet.

Tapi tidak bagi tiga pemuda yang bernama Juarto, Supriono, dan Nurokhis. Mereka adalah para pemuda yang tergabung dalam komunitas pecinta robot. Atau “Putra Adam Robot” Kabupaten Rembang.

SEPEDA SANTAI POLRES REMBANG, HUT BHAYANGKARA KE-73

Tiga pemuda asal Desa Punjulharjo Kecamatan kota, Kabupaten Rembang ini. Justru memanfaatkan hobinya itu sebagai penghasilan, karena himpitan ekonomi ditengah sulitnya lapangan kerja. Mereka membuat kostum ala robot diserial film Transformer.

Nurokhis memamerkan kostum robot ala Optimus Prime, Juarto memamerkan kostum robot Bumblebee, sedangkan Supriono mengenakan kostum robot Gondam Racun.

Mereka biasa memamerkan kostum robot kesukaannya itu ditempat-tempat umum untuk dipertontonkan kepada khalayak umum. Tempat yang menjadi favorit mereka seperti di alun-alun kota Rembang, tempat wisata, dan undangan hajatan, seperti ulang tahun, karnaval, atau khitanan.

Kepada cbfmrembang.com, Juarto salah satu pecinta robot mengaku hobinya itu sudah ditekuni sejak lama. Untuk kostum robot dibuat sendiri. Kalau ditaksir uang yang dikeluarkan untuk satu kostum angkanya mencapai hampir Rp 7 juta, namun biaya yang dikeluarkan juga tergantung dengan tingkat kesulitannya dalam pembuatan, dan bahan yang dipilih. Intinya semakin sulit, biaya yang dikeluarkan akan semakin mahal untuk membuat satu kostum robot.

Ia mengaku di Kabupaten Rembang sendiri untuk komunitas ini tergolong baru. Karena baru ada tiga orang anggotanya. Selain menyalurkan hobi, mereka juga menjadikan ini sebagai penghasilan karena hasil dari pertanian sudah tidak menjanjikan, sehingga mereka membuat terobosan melalui kostum robot.

“Ini komunitas, ini di Rembang baru ini. Kalau di Jateng dan Jakarta banyak. Ini bikin sendiri, biaya yang dikeluarkan tergantung tingkat kesulitan. Semakin sulit semakin mahal biaya yang dikeluarkan. Awalnya mencari lapangan pekerjaan susah, terus punya ide, hobi juga robot-robot Transformer. Kami sering kumpul di acara komunitas di luar daerah untuk belajar tingkat kesulitan cara membuat robot – robot gitu, ” jelasnya.

Setali tiga uang dengan apa yang disampaikan oleh Juarto. Nurokhis dan Supriyono juga mengungkapkan hal yang sama, jika sampai hari ini belum ada lowongan kerja, atau perusahaan yang cocok untuk diri.

Banyak masyarakat yang meminta foto saat ketiga robot ini tampil ditempat-tempat umum, seperti dialun-alun Rembang. Mereka tak menarif bayaran saat ada yang meminta foto. Masyarakat diminta untuk memberikan uang seikhlasnya. Namun jika diundang di acara tertentu mereka menarif sepantasnya, tergantung tempat acara.

Juarto mengaku menekuni hobinya ini sejak awal tahun baru 2019. Berawal mangkal di tempat wisata Karang Jahe mereka secara perlahan memamerkan kostum robot buatan sendiri itu kepada masyarakat. Selanjutnya, mereka biasa tongkrongan disebelah utara alun-alun kota Rembang.

Uang yang didapat dari warga yang meminta fotopun terbilang lumayan, meski tidak mengenakan tarif. Kalau pas rame, mereka bertiga dapat mengumpulkan uang Rp 1 juta. Namun kalau pas sepi, mereka menikmatinya sebagai hobi pecinta film robot.( Asmui / Mifta )