Suporter Jalanan Aniaya Warga dan Jarah Rumah Makan

oleh -1.066 views

SLUKE – cbfmrembang.com, Puluhan anak jalan yang mengenakan atribut Persebaya Kamis siang (11/7/2019) diamankan Polsek Sluke lantaran membuat onar di salah satu rumah makan di ternama di wilayah tersebut.

Gerombolan yang didominasi kaum remaja itu menganiaya seorang warga setempat, hingga harus dilarikan ke Puskesmas Kecamatan Sluke.

SEPEDA SANTAI POLRES REMBANG, HUT BHAYANGKARA KE-73

Awalnya rombongan yang diduga suporter dari kelompok Bondo Nekat atau (Bonek) itu, singgah ke sebuah rumah makan di pinggir jalur Pantura Dusun Dalan Anyar Desa Manggar, Kecamatan Sluke. Jumlah mereka sangat banyak, sekitar 30 orang.

Sebagian sudah berada di atas truk, kemudian melaju dari halaman rumah makan. Sebagian lainnya masih di rumah makan. Kebetulan ada yang makan, namun tidak mau bayar.

Berawal dari kejadian itu, terjadilah kericuhan. Seorang warga Dusun Pendok Desa Manggar Kecamatan Sluke, Darji (38) yang berada di dekat lokasi kejadian, turut menjadi sasaran penganiayaan. Akibatnya, korban menderita luka di jari bagian kiri dan dahi kiri karena karena dianiaya.

Aparat Polsek Sluke menerima informasi, langsung bergegas cepat mengamankan gerombolan pembuat onar itu. Lebih dari 30 an dimasukkan ke halaman Mapolsek Sluke, namun banyak pula yang kabur ke arah Lasem.

Kapolsek Sluke, Iptu Sunandar melalui Kanit Reskrim Polsek Sluke, Aiptu Yudi Supriyanto mengatakan, pihaknya sempat mengejar sampai wilayah Lasem. Namun gagal mengamankan kelompok Bonek yang melarikan diri.

“Kan ada yang berangkat terlebih dahulu, soalnya jumlahnya ratusan mas. Kita amankan lebih dari 30 orang, tapi ini kita bawa ke Mapolres Rembang, demi mempertimbangkan faktor keamanan, “ ujar Yudi.

Yudi menambahkan pasca kejadian itu, warga Dusun Pendok Desa Manggar berbondong-bondong mendatangi Mapolsek Sluke. Mereka tersulut emosi, mendengar tetangganya dianiaya oknum ugal-ugalan itu. Anggota Polsek Sluke berusaha menenangkan massa yang jumlahnya semakin banyak, Kamis siang, agar tidak memicu tindakan main hakim sendiri.

“Ya mereka marah, tapi secara hukum kan nggak bisa main hakim sendiri. Warga saya arahkan mendatangkan saksi. Nanti kalau sesuai prosedur ada saksi dan bukti, kita akan tindaklanjuti. Belum kita dapatkan pelaku penganiayaan. Bisa saja kan pelakunya yang rombongan pertama berangkat lebih dulu, “ tandasnya.

Polisi mendata identitas satu persatu. Barang bawaan juga digeledah, guna mengantisipasi adanya senjata tajam. Hingga saat ini, polisi tidak menemukan senjata tajam. (Asmui / Mifta)