SMA Pamotan Gunakan LMS untuk Belajar Online

oleh -

PAMOTAN – Mewabahnya Virus Covid-19 membuat pemerintah di sejumlah Negara membuat kebijakan bekerja dari rumah, belajar dan beribadah di rumah. Hal tersebut juga berlaku bagi pemerintah Indonesia, yang diteruskan oleh pemerintah di kota garam.

Menyikapi hal tersebut SMA Negeri Pamotan menjalankan proses transfer ilmu kepada anak didiknya dengan memanfaatkan teknologi baik media social maupun system yang disiapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)

Kepala Sekolah SMA Negeri Pamotan Fatkhur Rozi mengatakan, ada cara pembelajaran yang dilakukan disekolah tersebut, yang pertama dengan daring melalui grup – grup media sosial seperti whatsapp.

Namun demikian sekolah juga membuat kebijakan, proses pembelajaran dilakukan dengan menggunakan Learning Manajemen Sistem (LMS) yang tersedia di banyak layanan media sosial.

“Karena kondisinya seperti ini, untuk tool kita serahkan bapak ibu guru masing-masing. Tapi kebanyakan kita pakai grup WA. Tapi juga kita anjurkan pakai Learning Manajemen Sistem, banyak aplikasi yang bisa digunakan, tapi kita pakai google classroom,” jelasnya.

Peserta didik yang wajib mengikuti proses pembelajaran hanya mereka yang duduk di bangku kelas 10 dan 11. Untuk kelas 12 sudah menyelesaikan UNBK beberapa waktu yang lalu.

Total siswa SMA Negeri Pamotan berjumlah 810 untuk tiga kelas. Namun yang mengikuti belajar online hanya 561. Keaktifan mereka akan terlihat saat dilakukan diskusi dan ulangan yang diberikan secara online. Namun demikian, ada sejumlah daerah tempat tinggal siswa yang sulit jaringan internet sehingga harus numpang ke balai desa.(ss)