Seniman Rembang Inginkan CSR Semen Gresik Sasar Pelestarian Seni Budaya Lokal

oleh -

REMBANG – cbfmrembang.com, Keberadaan pabrik Semen Gresik di Rembang, memiliki tanggung jawab untuk memastikan masyarakat khususnya di sekitar lingkungan sosial mereka beroperasi harus mendapatkan manfaat dan kebaikan dari keuntungan yang diperoleh perusahaan tersebut. Karena pada prinsipnya, keberadaan dan aktivitas ekonomi yang dilakukan harus berdampak bagi masyarakat sekitar.

Namun, dari sisi pelestarian budaya dan kearifan lokal saat ini Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan semen terkemuka itu dirasa belum menyentuh secara keseluruhan. Meskipun setiap tahunnya PT. Semen Gresik rutin mengadakan pagelaran wayang kulit dengan dalang lokal Rembang.

“Kalau bisa “ngopeni” seniman ya baik, kalau tidak ya tidak baik,” kata dalang Ki Sigid Ariyanto sebelum memulai pagelaran wayang di halaman parkir PT. Semen Gresik dalam rangka HUT ke-6 PT Semen Gresik, Kecamatan Gunem, Senin 3 Februari 2020 malam.

Dalang asal Rembang itu mengaku selama ini semen gresik rutin menanggap wayang miliknya. Kendati demikian ia berharap tidak hanya wayang saja, namun melalui dana CSR seni budaya lokal lainnya juga bisa tersentuh.

“Saya harap kedepannya CSR bisa menyasar kesenian lainnya seperti sanggar-sanggar tari atau pagelaran ketoprak,” ungkapnya.

Selain itu, bantuan dana CSR nantinya, lanjut Sigit, bisa digunakan untuk pendidikan kesenian para generasi muda. Yang saat ini sangat ia inginkan yaitu sebuah tempat yang bisa digunakan berkumpul para seniman untuk melatih bakatnya.

“Nanti kalau ada tempat bereksperimen bisa digunakan untuk latihan teater, latihan ketoprak, latihan musik, drama, karawitan dan kesenian lokal lainnya,” kata

Sementara itu, Direktur Keuangan dan SDM PT Semen Gresik Muchammad Supriyadi dalam acara wayangan tersebut menyampaikan PT. Semen Gresik sangat berkomitmen dan peduli dalam pelestarian budaya dan kearifan lokal. Salah satu wujudnya melalui pagelaran wayang kulit yang rutin digelar tiap tahun saat HUT PT Semen Gresik. Kedepannya CSR dari PT. Semen Gresik tidak hanya diberikan saja namun juga untuk memberdayakan masyarakat.

“Komitmen melestarikan budaya dan kearifan lokal lewat pagelaran wayang kulit sudah berulangkali digelar Semen Gresik. Saat HUT ke-5 PT Semen Gresik tahun 2019, lakon yang diangkat “Mbangun Taman Maerokoco,” kata dia.

Menurut Supriyadi komitmen untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat serta berkontribusi positif bagi daerah itu diwujudkan dengan SG Peduli, SG Cerdas, SG Prima dan SG Lestari. Dari sisi anggaran, sejak tahun 2014 – 2019, Semen Gresik sudah mengucurkan anggaran untuk progam CSR sebesar Rp92,8 miliar.

“Bentuk kegiatan mulai dari pemberdayaan desa, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, air bersih, pelestarian alam, sosial keagamaan dan lain sebagainya,” jelasnya.

Semen Gresik juga memiliki progam Forum Masyarakat Madani (FMM) yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2018. Progam ini ibarat stimulus untuk mempercepat pembangunan dan sekaligus pemberdayaan masyarakat desa sekitar perusahaan. Tahun 2020, anggaran yang dikucurkan untuk progam FMM sebesar Rp1,75 miliar.

“Itu memang komitmen kita. Kehadiran Semen Gresik harus bermanfaat,” pungkasnya. (Rendi/Mifta)