Sehari Delapan Kejadian Kebakaran, Satu Diantaranya Rumah Janda

oleh -

REMBANG – cbfmrembang.com, Musibah kebakaran terjadi di delapan titik yang berbeda pada hari Rabu (30/10/2019) kemarin. Satu rumah ludes terbakar, serta tujuh kejadian merupakan kebakaran lahan, dan bambu. Seluruh peristiwa tersebut terjadi hampir bersamaan.

Kebakaran lahan pertama kali terjadi di wilayah:

Detik-Detik Gudang Rosok di Desa Tuyuhan Kecamatan Pancur Terbakar
  1. Desa Kabongan Kidul Kecamatan Rembang kota pada pukul 10.31 WIB
  2. Desa Japeledok Kecamatan Pancur pada pukul 12.54 WIB
  3. Desa Selopuro Kecamatan Lasem pada pukul 13.10 WIB
  4. Desa Bogarame Kecamatan Sulang pada pukul 13.55 WIB
  5. Desa Tlogotunggal (Keso) Kecamatan Sumber 13.58 WIB
  6. Desa Pengkol Kecamatan Kaliori pada pukul 19.26 WIB
  7. Desa Gendongan Kecamatan Pamotan pada pukul 19.26 WIB

Sedangkan di Desa Gelis Kecamatan Sarang sebuah rumah milik Khotijah seorang janda warga RT 03 RW 01 ludes. Kejadian diperkirakan sekitar pukul 08.00 waktu setempat. Saat itu pemiliknya sedang mencari rumput. Diperkirakan penyebab kebakaran adalah pembakaran sampah yang ditinggal saat masih menyala oleh pemilik rumah. Kondisi bangunan atap rumah hangus. Hanya menyisakan dinding rumah yang terbuat dari tembok.

Anggota regu pemadam kebakaran Satpol PP Rembang Sarpani mengatakan, seluruh armada diterjunkan untuk memadamkan api. Bahkan di Desa Tlogotunggal Kecamatan Sumber, seorang petugas pemadam kebakaran harus datang sendirian untuk memadamkan api dengan peralatan seadanya karena seluruh aramada sedang diterjunkan untuk mengatasi kebakaran di tempat lain.

Khusus untuk kebakaran di Desa Gilis Kecamatan Sarang, kata Sarpani tidak ada yang melapor kepada petugas pemadam kebakaran.

“Kemarin itu rata-rata lahan kejadian hampir bersamaan. Seluruh petugas diterjunkan. Tiga armada kita keluar semua. Di Keso, satu petugas kita naik sepeda motor sendirian memadamkan api dengan “kebyok” atau kalau kami menyebutnya alat pemadam api tradisional, lokasinya persis dibelakang balai desa. (Apar),” kata Sarpani.

Penanganan kebakaran mulai pagi hingga malam. Petugas harus berjibaku memadamkan api dari tempat satu ketempat yang lain.

Oleh karena itu, petugas pemadam kebakaran mengingatkan agar kepada masyarakat untuk selalu waspada, mengingat saat ini musim kemarau yang sagat panas dan rawan terjadi kebakaran. ( Asmui / Mifta )