Satu PDP Dinyatakan Positif Corona, Bupati Minta Masyarakat Tingkat Kewaspadaan Namun Jangan Mengucilkan

oleh -
Bupati Rembang saat diwawancarai wartawan

REMBANG – Satu warga dari salah satu Desa di Kecamatan Pamotan yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) telah dinyatakan positif virus Covid-19. Hasil laboratorium dari pasien itu keluar Rabu (25/3/2020) malam.

Atas situasi itu, Bupati Rembang, H. Abdul Hafidz mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, namun jangan takut berlebihan. Apalagi sampai mengucilkan desa tempat tinggal pasien positif Covid-19.Yang terpenting dilakukan masyarakat saat ini adalah memutus penyebaran virus tersebut, salah satunya adalah di rumah saja atau mengurangi berkegiatan di luar rumah jika tidak penting sekali.

Bupati pagi tadi langsung memerintahkan seluruh jajarannya untuk lebih mempertajam penanganan lingkungan di sekitar desa tersebut.

“Tidak hanya di wilayah itu saja, namun seluruh desa sebenarnya semua sudah bergerak. Khusus yang positif, saya arahkan lebih dipertajam penanganannya, “ kata Bupati.

Orang nomor satu di Rembang itu juga mengutip keterangan dari Badan Kesehatan Dunia atau WHO bahwa tingkat kematian penderita corona berkisar pada angka 3 %, sedangkan 97 % bisa disembuhkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Ali Syofii menambahkan pasien yang positif Covid-19, sebelumnya telah menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Semarang.

Ali menambahkan nantinya tim akan melakukan pemeriksaan ulang pada warga yang pernah kontak dengan pasien tersebut guna mengetahui perkembangan kondisi kesehatannya saat ini.

“Meski dulu sudah pernah kami lakukan, tapi ini akan kita periksa ulang lagi. Mungkin nanti sore baru bisa ada perkembangan informasinya seperti apa. Mana yang kontak nggak sakit, dan mana pula yang pernah kontak, kini ada gejala, “ imbuhnya.

Pria berusia 28 tahun yang dinyatakan positif corona ini memiliki riwayat pernah bekerja di Bali. Ia pernah mengantarkan temannya ke rumah sakit, yang mengalami gejala demam dan batuk, setelah itu pulang ke Rembang dan mengalami gejala yang sama. ( Mifta/Mifta )