RUU Pesantren Disahkan, Gubernur Ganjar Minta Santri Bersaing Tingkatkan Ekonomi Indonesia

oleh -

SEDAN – cbfmrembang.com, Belum lama ini RUU Pesantren telah disahkan menjadi undang-undang (UU), adapun subtansi undang undang tersebut salah satunya akan lebih fokus pada pengakuan negara terhadap eksistensi pesantren dan pendidikan agama yang selama ini telah mengakar di tengah-tengah masyarakat. Itu artinya seluruh akses dalam kebijakan publik, pendidikan pesantren telah disetarakan dengan pendidikan formal.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo dalam acara Jateng Bersholawat dalam rangka peringatan Hari Santri tingkat Jawa Tengah yang digelar di lapangan Desa Gandrirojo Kecamatan, Senin (22/10) malam.

Detik-Detik Gudang Rosok di Desa Tuyuhan Kecamatan Pancur Terbakar

Dihadapan ribuan para santri dan masyarakat yang hadir Ganjar mengatakan bagi kalangan pesantren, UU Pesantren ini penting untuk kemajuan pesantren ke depannya. Sebab, jika menggunakan UU Sisdiknas, maka pesantren akan telantar atau terbengkelai terus karena selama ini pemihakan ditujukan terutama kepada sekolah formal. Bagaimanapun juga pesantren memiliki kekhasan dan merupakan lembaga jenuin yang tumbuh di Indonesia.

Dengan disahkannya UU tersebut Ganjar berharap, kedepan Santri bisa berkontribusi terhadap kemajuan bangsa dan negara. Utamanya dalam menjaga kerukunan, kesatuan dan menantang masa depan dengan perubahan ekonomi yang lebih baik.

“Beberapa hari yang lalu, Undang-Undang pesantren sudah didok. Dan hari ini seluruh akses dalam kebijakan publik, pesantren sama persis dengan sekolahan. Maka kita harapkan dari santri bisa berkontribusi terhadap seluruh, apa yang bisa diberikan kepada bangsa dan negara. Menjaga kerukunan, menjaga kesatuan, menantang masa depan dengan perubahan yang sangat luar biasa dengan ekonomi yang harus kita lawan. Negara telah bersaing luar biasa, ekonominya sudah masuk pada ekonomi digital dan Indonesia harus memenangkan itu,” kata Gubernur Ganjar.

Dalam shalawatan yang menghadirkan Habib Zaenal Abidin Assegaf dari Pekalongan itu dirinya menambahkan, Jateng Bershalawat merupakan ciri khas keislaman tanah air. Yang beribadah dengan guyub, gotong royong, cerminan Bhinneka Tunggal Ika, cerminan hubbul wathan minal iman.

Oleh sebab itu dalam kesempatan Jateng bershalawat ini semua masyarakat yang hadir diminta untuk berdoa agar kepemimpinan nasional berjalan dengan baik, masyarakat rukun, dan makmur. Mengingat belum lama ini telah dilaksanakan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 untuk membawa Indonesia lebih maju.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur Jawa Tengah H. Taj Yasin Maimoen, Bupati Rembang H. Abdul Hafidz dan Wakil Bupati Rembanh H. Bayu Andriyanto. Acara yang dihadiri ratusan ribu jamaah syecher mania (sebutan bagi pecinta Habib Syekh) dari berbagai kabupaten dan kota di Jateng berlangsung dengan meriah dan khidmat. ( Rendi / Mifta )