Resmi Berdiri, BWM Sasar Beri Pinjaman Rakyat Kecil

oleh -

REMBANG – cbfmrembang.com, Otoritas Jasa Keuangan mencatat hingga akhir tahun 2019 telah berdiri sebanyak 56 Bank Wakaf Mikro (BWM) di seluruh Indonesia. Berdirinya BWM hingga saat ini memiliki kumulatif penerima manfaat sebanyak 25.631 nasabah dan total pembiayaan Rp33,92 miliar atau naik 179,8% (ytd).

Demikian disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso saat meresmikan BWM Bangkit Nusantara di Pondok Pesantren Pondok Roudlatut Thalibin, Rembang Jawa Tengah, Kamis (9/1).

Wimboh mengatakan bahwa OJK yang diamanatkan sebagai pengawas sektor jasa keuangan, keberadaannya harus juga memberikan manfaat bagi masyarakat melalui penyediaan akses keuangan sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat.Skema dalam Bank Wakaf Mikro dirancang sesuai kebutuhan dan kemampuan masyarakat kecil, bukan untuk tumbuh menjadi besar menyaingi lembaga keuangan formal lainnya.

Pembiayaan diberikan tanpa bunga, hanya membayar biaya administrasi sebesar 3% per tahun dan nasabah tidak perlu memberikan agunan/ijin usaha, cukup hanya membawa KK/ KTP serta mengikuti Pelatihan Wajib Kelompok (PWK) selama lima hari berturut – turut. Calon nasabah dan nasabah juga tidak akan dilepas begitu saja, namun ada pemberdayaan dan pendampingan, baik pengembangan usaha kecil, manajemen ekonomi rumah tangga maupun peningkatan kapasitas dan ruhiyah seluruh nasabah BWM melalui Halaqoh Mingguan (HALMI).

Kelompok nasabah yang lulus PWK akan tergabung dalam satu Kelompok Usaha Masyarakat sekitar Pesantren Indonesia (KUMPI). Dengan pembiayaan yang murah dan mudah ini, para nasabah hanya memiliki kewajiban untuk mengangsur sekitar Rp20.000 per minggunya.

“Masyarakat yang selama ini punya kegiatan ekonomi yang informal skala kecil kan susah kalau cari pinjaman formal ke Bank atau lembaga formal lainnya. Melalui Bank Wakaf Mikro ini masyarakat bisa terfasilitasi soal pembiayaannya, disamping itu bank wakaf mikro juga akan melakukan pembinaan, sehingga peminjam ini akan dibentuk perkelompok dengan anggota 20 orang,” terangnya.

Program BWM merupakan sinergi atau kerja sama antara OJK, para donatur, LAZNAS, dan tokoh masyarakat setempat, pimpinan Pondok Pesantren atau lembaga pendidikan tradisional. Program BWM juga merupakan sarana bagi Pondok Pesantren mengoptimalkan peran dalam dakwah ekonomi dengan menyediakan pendampingan usaha bagi masyarakat kecil di sekitar Pondok Pesantren.

Sementara itu, Bupati Rembang H. Abdul Hafidz pada kesempatan itu menyambut baik dengan diresmikannya Bank Wakaf Mikro di Rembang. Bupati mengakui pertumbuhan ekonomi di Rembang saat ini belum merata. Pasalnya pinjaman yang diberikan oleh bank belum menjamah sampai ke masyarakat kecil.

Dengan adanya BWM di Rembang ini ia berharap dapat membantu pertumbuhan perekonomian yang lebih baik dan merata. Apalagi adanya BWM ini diperuntukan untuk menyasar rakyat kecil yang ingin memulai usaha.

“Atas nama pemerintah kabupaten Rembang tentu mengapresiasi dan menyambut baik, mudah-mudahan ini dapat menumbuhkan perekonomian di Kabupaten Rembang secara merata. Kita sadar bahwa kondisi perekonomian di Rembang ini belum merata karena masyarakat-masyarakat kecil ini belum terjamah secara menyeluruh untuk mengakses pinjaman dari perbankan. Alhamdulillah dengan adanya BWM ini kami harapkan dapat memberikan layanan sesaui dengan yang kita harapkan,” ujarnya.

Dalam peresmian BWM kali, Bank Syariah Mandiri berkomitmen menyediakan ekosistem usaha mikro bagi nasabah BWM, mulai dari pendampingan usaha, pengepakan produk, pemasaran produk ataupun memfasilitasi keberadaan pembeli yang menjadi opsi penampung produk – produk nasabah BWM. ( Rendi /Mifta )