Puskesmas Pancur Bentuk Desa Siaga Sehat Jiwa di Tuyuhan

oleh -

PANCUR – Sebanyak 67 orang dengan gangguan jiwa (OGDJ) di Kecamatan Pancur disasar untuk diberi pelatihan keterampilan melalui program pembentukan Desa Siaga Sehat Jiwa (DSSJ) dengan sistem teman dekat. Saat ini DSSJ dengan sistem teman dekat telah dibentuk di Desa Tuyuhan dengan jumlah penderita OGDJ sebanyak 10 orang.

Hal tersebut diungkapkan penanggungjawab program DSSJ dr. Samsul Anwar, Cht saat dikonfirmasi seusai kegiatan pembentukan Desa Siaga Sehat Jiwa di Desa Tuyuhan belum lama ini.

Samsul menyebutkan, 10 penderita ODGJ di Desa Tuyuhan sebelumnya 6 diantaranya mengalami pemasungan. Dengan upaya ini diharapkan dapat melawan stigma buruk ODGJ bahwa mereka juga bisa bersosialisasi dan diberdayakan layaknya orang normal lainnya.

Berbagai pelatihan kerja diberikan kepada ODGJ untuk meningkatkan kreatifitasnya. Mulai dari menjahit sampai memijat. Sehingga mereka dapat memiliki pendapatan untuk menghidupi dirinya sendiri.

Ia menyebutkan untuk menyembuhkan para ODGJ ini, program DSSJ tidak menggunakan obat-obatan. Melainkan dengan terapi pendekatan kelompok, sehingga mereka dikelompokan untuk melakukan kegiatan menyanyi, diberi pelatihan dan permainan.

“Biar masyarakat tidak mengucilkan, kita kan beri mereka pelatihan, biar mereka ada pendapatan dilatih menjahit, dilatih memijat, dilatih membatik. Orang gangguan jiwa itu biar kreatifitasnya muncul dan mendapat pendapatan untuk hidup,” terangnya.

Ia menambahkan, sejak 1 September 2019 lalu, Kecamatan pancur telah dinyatakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi sebagai daerah bebas pasung. Sedangkan program Teman Dekat yang digagas Puskesmas Pancur merupakan program terbaik yang diakui Pemprov Jawa Tengah sebagai program inovasi terbaik dan Rembang satu-satunya yang memiliki program pengentasan ODGJ di eks-Karsidenan Pati. ( Rendi/Mifta )