Polres Tetangga Ikut Perbantukan Pengamanan Pilkades Di Rembang

oleh -

REMBANG – cbfmrembang.com Kepolisian Resort (Polres) Rembang bersama tim pengarah Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kabupaten Rembang, telah memetakan desa pelaksana pilkades serentak 2019 yang rawan konflik. Pasalnya, dalam pelaksanaan pesta demokrasi di 237 desa, desa- desa tersebut memang sejak awal tahapan Pilkades dimulai, sudah memunculkan tensi yang cukup tinggi.

Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Rembang, AKBP. Dolly. A. Primanto mengatakan untuk mengamankan pilkades serentak, Polres Rembang akan melibatkan seribu personel baik dari Bantuan Kendali Operasi (BKO) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah maupun Polres tetangga.

Detik-Detik Bangunan Kompleks Kantor Dinas Pertanian Terbakar

“Jumlah personel yang kita libatkan yang jelas tetap melibatkan dari BKO Polda dan dari Polres-polres samping untuk perkuatan. Kurang lebih ada seribu.”

Untuk mengurangi gesekan jelang pilkades, Polres Rembang mensosialisasikan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) ke masyarakat agar permasalahan sekecil apapun akan ditangani dengan baik oleh Polres Rembang yang berkoordinasi dengan forkompinda lainnya.

Secara terpisah, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Rembang, Nur Purnomo Mukdiwidodo menerangkan berdasarkan pemetaan oleh tim pengarah pilkades Rembang desa rawan konflik yaitu Desa Blimbing, Kecamatan Sluke; Desa Wonokerto Kecamatan Sale; Desa Menoro Kecamatan Sedan; Desa Sumberjo Kecamatan Pamotan; dan Desa Kasreman Kecamatan Rembang.

Selain itu Desa Kebonagung Kecamatan Sulang; Desa Tlogotunggal dan Desa kedungasem, Kecamatan Sumber pasca penetapan kepala desa tahap ke-2.( Masudi / Mifta )