Polres Rembang Tetapkan Dua Oknum Bonek Menjadi Tersangka

oleh -
Dua Pelaku yang Sudah Mendekam di Mapolres Rembang

REMBANG – cbfmrembang.com, Pihak Polres Rembang akhirnya menetapkan kedua oknum suporter Persebaya yang melakukan aksi tindak pidana pencurian yang disertai dengan kekerasan di wilayah Desa Jatisari Kecamatan Sluke atau Sebelah barat SPBU Jatisari Senin siang (4/11/2019) sekitar pukul 12.30 WIB.

Pelaku adalah, Mahrus (22), warga jalan Tambak Wedi Barat Kecamatan Kanjenan kota Surabaya, dan RA (16), mereka warga Kabupaten Gresik.

Detik-Detik Gudang Rosok di Desa Tuyuhan Kecamatan Pancur Terbakar

Sedangkan santri yang menjadi korban adalah SA dan RO keduanya masih berumur 16 tahun. Mereka adalah santri salah satu Pondok Pesantren di Pati.

Kasat Reskrim Polres Rembang, AKP Bambang Sugito mengatakan, kedua pelaku sudah diperiksa dan dimintai keterangan. Mereka sudah mengakui perbuatannya.

Selain itu, keluarga kedua pelaku juga sudah didatangkan oleh pihak kepolisian, karena salah satu terduga pelaku merupakan anak dibawah umur.

“Iya keluarga, pelaku kita datangkan karena ada pelaku dibawah umur. Mereka akan kita proses sesuai dengan ketentuan berlaku,” jelasnya. Insert 7 November 19 Kasatreskrim

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku terancam dengan hukuman tujuh tahun penjara. Sedangkan pelaku yang masih katagori anak dibawah umur akan dikenakan dengan Undang-undang yang berlaku.

Sebelumnya, dua santri mengalami luka patah kaki lantaran, melompat dari sebuah truk tronton yang berjalan. Mereka takut setelah menjadi korban pemalakan oleh dua oknum suporter Persebaya, Bonek saat para santri menumpang di kendaraan yang sama.

Semula, ketiga santri tersebut menumpang truk tronton usai membeli kitab dari Pondok Pesantren Al Anwar Sarang. Sesampainya di jalan wilayah Kecamatan Kragan, truk yang mereka tumpangi dihadang dan diberhentikan oleh 16 remaja yang mengaku Bonek.

Setelah diperjalanan wilayah Desa Jatisari Sluke, dua oknum Bonek meminta paksa tas dan uang milik salah satu salah satu santri tersebut. Ketakukan, dua santri nekat melompat dari kendaraan yang berjalan. Sedangkan satu santri lainnya menggedor – gedor sopir agar kendaraan berhenti.

Mendengar gedoran, sopirpun berhenti untuk memberikan pertolongan, dan meminta bantuan pihak kepolisian. 16 belas remaja akhirnya ditangkap tanpa perlawanan. Mereka langsung dibawa ke Mapolres Rembang. ( Asmui / Mifta )