Polres Rembang Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan di Desa Suntri

oleh -
Tersanga Pelaku Pembunuhan sudara Kandung di Desa Suntri Kecamatan Gunem

GUNEM – cbfmrembang.com, Pihak Polres Rembang Kamis siang (5/12/2019) menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Sugiyono (42) yang mayatnya ditemukan di sebuah lahan tembakau. Dalam kesempatan itu, polisi membawa seorang tersangka yang berinisial ST, ternyata merupakan kakak kandung korban dan sudah menjadi tersangka.

Ratusan warga setempat yang mendengar kabar rekonstruksi ikut datang ke lokasi untuk melihat tersangka karena penasaran dengan kasus tersebut.

Detik -detik Kecelakaan Mobil di Pantura Kaliori Rembang, Mobil Hancur

Baca Juga: Warga Temukan Mayat Diduga Korban Pembunuhan

Reka ulang kasus pertama ini, polisi melibatkan 23 orang saksi. Dengan total adegan yang diperagakan sebanyak 21 kali. Bertempat di halaman depan rumah tersangka, dan lahan tembakau yang menjadi tempat penemuan mayat Sugiyono, lokasinya berada di belakang rumah ST.

Baca Juga:Soal Temuan Mayat di Ladang Tembakau Suntri, Bambang Sugito: “Saksi Bisa Jadi Tersangka”

Selama rekonstruksi berlangsung, tidak ada pemeragaan aksi pembunuhan yang dilakukan oleh terduga pelaku kepada adik kandungnya, sampai dengan mayatnya ditemukan di area lahan tembakau oleh warga sekitar.

Baca Juga: Identitas Pelaku Pembunuh Sugiyono warga Desa Suntri Terungkap

Kapolres Rembang, AKBP Dolly A. Primanto hadir langsung dalam rekonstruksi tersebut. Berdasarkan pemeriksaan saksi-saksi, pihaknya baru menetapkan satu tersangka terduga pelaku.

Baca Juga: Diduga Hendak Merampas Motor, Terduga Debt Collector asal Blora Diserahkan ke Polisi

Kuat dugaan, korban dibunuh di dalam rumah bagian belakang, dengan menggunakan sebatang kayu.

Saat ditanya apakah akan ada tersangka lain, Kapolres menimpali sangat mungkin terjadi, mengingat proses penyelidikan masih terus berjalan.

“Apakah merembet ke yang lain, tunggu saja. Kita berikan waktu kepada penyidik untuk bekerja,“ ungkapnya.

Kasat Reskrim Polres Rembang, AKP Bambang Sugito, didampingi Kaur Binops Satreskrim, Iptu AL Sutikna menambahkan, kasus tersebut membutuhkan ketelitian dalam melakukan penyelidikan yang berjalan kurang lebih selama tiga bulan.

Kasus pembunuhan tersebut terungkap setelah tim identifikasi kepolisian menemukan bercak darah di lantai rumah bagian pojok belakang. Darah tersebut diduga dibersihkan dengan alat pel. Saat ini alat pel masih berada di Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah di Semarang.

Penyidik juga menemukan bercak darah pada dompet milik tersangka. Saat dicocokkan dengan darah korban, bercak darah yang ada di lantai, dan dompet ternyata sangat identik.

“Saat reka ulang, tersangka kadang membantah, nggak masalah. Tapi ada saksi lain yang menguatkan. Soal tersangka tambahan, bisa jadi. Apa kuat, korban hanya diangkat oleh satu orang ke lahan tembakau, “ pungkasnya.

Berbekal alat bukti hasil dari penyelidikan, dengan tambahan data Labfor, aparat tetap akan menjerat tersangka dengan Pasal 338 KUHP, dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara, meski terduga pelaku tidak mau mengakui perbuatannya.

Sebelumnya, sesosok mayat pria ditemukan tergeletak di lahan tembakau Desa Suntri, Kecamatan Gunem, pada 6 September 2019 lalu. Mayat yang diketahui bernama Sugiyono itu menderita luka-luka di bagian kepala, tangan dan pinggang. Kuat dugaan korban merupakan korban pembunuhan. (Asmui/Mifta)