Persiapan Mepet, PS. Cahaya Muda Sukses Sabet Juara Divisi Utama

oleh -

REMBANG – cbfmrembang.com, Klub PS. Cahaya Muda Desa Kumendung muncul sebagai juara Divisi Utama Piala Askab PSSI Rembang 2019. Di partai final yang di gelar Minggu (29/12) sore di Stadion Krida Rembang, tim Cahaya Muda berhasil menundukkan klub PS. Basoka dari Desa Waru dengan skor tipis 1-0.

Diperkuat seorang pemain profesional PSIR Rembang dimasing-masing tim membuat pertandingan berjalan imbang dimenit awal. Basoka dengan dimotori Efendi Bendot dan pihak Cahaya Muda dimotori Rudi Santoso mantan penyerang Persela Lamongan yunior, pada babak pertama berbagi dua peluang bagus.

Namun tendangan dua penyerang dari dua tim berhasil ditangkap kiper sehingga skor babak pertama, 0-0. Memasuki babak ke dua, anak-anak Basoka langsung mengurung pertahanan Cahaya Muda dan sejumlah peluang berhasil diciptakan tim.

Karena buruknya penyelesaian akhir, akhirnya tidak satupun menjadi gol. Keasyikan menyerang, gawang Basoka justru kebobolan.

Dalam serangan balik cepat, kapten Cahaya Muda Wahyu yang menerima sodoran bola matang dari Rudi Santoso langsung melakukan tembakan jarak jauh yang gagal diantisipasi oleh kiper Basoka, Agus Aka dan gol tercipta pada menit ke 46. Skor 1-0 untuk Cahaya Muda bertahan hingga wasit Fandi Ahmad meniup peluit panjang tanda usainya pertandingan.

Pelatih klub PS. Cahaya Muda Desa Kumendung Sutrisno saat ditemui seusai pertandingan mengatakan, permainan anak didiknya pada pertandingan final tersebut sangat memuaskan. Para pemain bisa menerapkan strategi yang diberikannya dengan baik.

Dengan mengandalkan strategi serangan balik cepat, anak asuhnya berhasil memanfaatkan peluang hingga berbuah gol. Dirinya mengakui mepetnya persiapan tim dalam mengikuti Divisi Utama Piala Askab PSSI Rembang 2019 membuat fisik para pemainnya menurun dibabak ke dua.

Namun demikian dengan beberapa pergantian pemain yang dilakukan, permasalahan tersebut dapat teratasi dengan baik.

“Pertandingan sore ini sangat memuaskan karena dengan persiapan yang mepet kita bisa meraih juara. Kalau penerapan strategi memang kita selalu bertahan dan melakukan serangan balik cepat. Terbukti gol dapat tercipta oleh wahyu melalui tendangan jarak jauh,” bebernya.

Atas keberhasilan tersebut, tim Cahaya Muda berhak menerima hadiah uang pembinaan sebesar Rp2 juta dan trofi bergilir. Sedang Basoka mendapat uang Rp1,5 juta dan piala tetap. Sementara juara III bersama di raih klub Condro Mowo Ketanggi dan Cakra dari Desa Gunungsari. Dua tim menerima uang pembinaan masing-masing Rp750 ribu. (Rendi/Mifta)