Peringati Hari Kemerdekaan, Banser Rembang Gelar Apel Kebangsaan

oleh -830 views

REMBANG – cbfmrembang.com, Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke – 74, Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Banser se Kabupaten Rembang menggelar apel kebangsan, sekaligus upacara peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke – 74 di lapangan Desa Pulo, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang Jawa Tengah, Sabtu sore (17/8/2019) pukul 15.00 WIB.

Dalam kesempatan itu bertindak sebagai pimpinan apel kebangsan tersebut Kasatkornas Banser Alfa Isnaini. Dengan dihadiri separuh dari jumlah anggota Ansor Banser se Kabupaten Rembang. Jumlahnya diperkirakan 2500 orang lebih. Selain itu, Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah Shalahudi Ali juga hadir mengikuti apel, dan sejumlah jajaran Pimpinan Pusat.

SWALAYAN PANTES DI KECAMATAN LASEM REMBANG TERBAKAR

Apel kebangsaan merupakan rangkai kegiatan Konferensi Cabang (Konfercab) GP Ansor Kabupaten Rembang yang jatuh pada tanggal 18 Agustus 2019, di Pondok Pesantren Ngisor Waru Desa Sugihan kecamatan kota, Kabupaten Rembang.

Pada Konferensi Cabang yang ke 21 ini Pimpinan Cabang Ansor Rembang memilih mengambil tema “ Menjadi Roda Indonesia”.

Saat menjadi Pimpinan Apel Alfa Isnaini mengajak kader Ansor Banser harus menata diri dalam persaingan global. Sebagaimana tema yang telah pilih yaitu Menjadi Roda Indonesia, cocok dengan tema sentral peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74 yang ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia yakni, “SDM Unggul Indonesia Maju”.

Oleh karena itu, kader pemuda Ansor dan Banser harus terus mempersipkan diri, dan kemampuan dapat menjadi pelopor kemajuan pemuda Indonesia kedepan.

“Peserta upacara apel kebangsaan dan peserta upacara peringatan kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 74, Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia. Berikutnya tema sentral pada peringatan hari kemerdekaan hari ini adalah, “SDM Unggul Indonesia Maju”, dengan ini Gerakan Pemuda Ansor khususnya Kabupten Rembang menyambut bahwa Gerakan Pemuda Ansor “Menjadi Roda Indonesia”. Artinya apa, artinya Ansor Banser untuk menyambut menjadi SDM yang maju harus menata diri, harus menata kemampuannya kedepan, sehingga bisa berputar menjadi penyangga, mesin Indonesia yaitu Nahdlatul Ulama, dan membawa apa yang disebut Indonesia maju kedepan sebagaimana yang diinginkan oleh Presiden Republik Indonesia,” kata Kasat Kornas.

Lebih lanjut Alfa mengatakan, sebagai kader GP Ansor terus mengasah diri, terus belajar, dan tidak menutup diri kepada siapapun, dan terus mengikuti perkembangan teknologi agar tidak tertinggal.

“Sebagai roda harus dinamis, sebagai roda mobil yang bernama Indonesia yang mesinnya sudah baku, yaitu mesin Nahdlatul Ulama. Yang memiliki akidah ahlussunnah waljama’ah maka harus kita dinamis. Maka Ansor Banser harus menata diri, Ansor Banser harus belajar, Ansor Banser tidak boleh menutup diri, harus membuka dengan pihak siapapun untuk belajar tentang teknologi, harus belajar tentang budaya, untuk belajar tentang internasionalisme, sehingga dengan demikian, harapan Negara bahwa SDM Unggul dapat membawa Indonesia sudah bisa dimotori Gerakan Pemuda Ansor sebagai roda Indonesia,” tambahnya. (Asmui / Mifta)