Peran Koperasi Sangat Dibutuhkan Untuk Pengentasan Kemiskinan

oleh -

REMBANG – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Bhina Raharja dalam hal ini Atna Tukiman sebagai Ketua, di tahun 2019 mendapat Satya Lencana Wira Karya dari Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo. Penghargaan tersebut diberikan atas darma baktinya kepada negara dan bangsa Indonesia, khususnya di bidang Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Atas prestasi tersebut Bupati Rembang, Abdul Hafidz saat kegiatan Rapat Anggota Tahunan (RAT) KSP Bhina Raharja tahun buku 2019, di Hotel Fave, Sabtu (22/2/2020) berharap KSP Bhina Raharja terus berperan serta membantu pemerintah untuk pengentasan kemiskinan. Dengan kerjasama semua pihak termasuk koperasi, upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat akan bisa tercapai seperti beberapa tahun
terakhir ini.

“Alhamdulillah di Rembang ini, ekonomi kita di tahun 2018, tumbuh cukup lumayan 6,26 %. Jadi, kalau nasional 5,1 dan provinsi 5,3 kita 6,26. Ini cukup luar biasa. Kemiskinan cuma masih tinggi. Kemiskinan kita ini masih di angka 14,9 persen. Maka disinilah yang perlu kita urus, kita genjot supaya bagaimana angka pertumbuhan dan angka kemiskinan bisa sejajar. Sehingga tidak ada ketimpangan-ketimpangan di sana-sini, ” terangnya. Insert 22 Februari 20 Bhina Bupati

Bupati mengungkapkan pihaknya bersama Wakil Bupati telah bertekad untuk mengejar ketertinggalan agar sejajar dengan daerah-daerah lain. Karena potensi yang dimiliki Kabupaten Rembang sangat luar biasa diantaranya panjang laut kurang lebih 63 kilo meter, kawasan hutan sebanyak 35 ribu hektar, kawasan pertanian 69 ribu hektar dan mempunyai 13 jenis tambang dengan deposit ribuan ton kubik mulai batu kalsit, batu andesit, pasir kuarsa hingga batu tras.

Sementara itu Ketua KSP Bhina Raharja, Atna Tukiman Semakin dalam kesempatan itu mengungkapkan semakin tinggi pohon, maka semakin kencang angin yang menerpa. Begitu juga koperasi yang dipimpinnya telah menjadi sasaran oknum tak bertanggung jawab. Nama koperasi yang memiliki banyak kantor cabang di pulau Jawa dan 42 ribu anggota itu dicatut oleh oknum untuk menipu banyak orang.

“Kami sangat menyayangkan ada oknum- oknum yang mengatasnamakan bhina raharja melalui media sosial maupun pesat singkat dengan dalih menerima pinjaman on line. Dalam pesannya menawarkan pinjaman dengan iming-iming memberikan pinjaman fasilitas menggiurkan tetapi disertai meminta imbalan ongkos administrasi.”

Atna berharap agar bagi masyarakat yang menjadi korban tipuan on line agar melapor ke aparat penegak hukum. Pasalnya, masyarakat yang tertipu mengadu ke kantornya lumayan banyak hingga ratusan orang. Dengan jumlah kerugian antara 1 juta hingga 2 juta rupiah per orangnya.

Dari segi keuangan menurut Atna KSP Bhina Raharja telah mencatat di tahun 2018 mempunyai modal Rp. 63 milyar lebih di tahun 2019 mengalami kenaikan menjadi Rp. 73 milyar lebih.

Aset yang semula di tahun 2018 sebanyak Rp.105 milyar di tahun 2019 mengalami peningkatan menjadi Rp. 125 milyar. Pinjaman yang diberikan pada tahun 2018 sebanyak Rp.77 milyar di tahun 2019 naik menjadi Rp.94 milyar. Sisa Hasil Usaha (SHU) yang diterima pada tahun 2018 sebanyak Rp. 2,8 milyar di tahun 2019 menjadi Rp. 4,2 milyar. ( Masudi/Mifta )