Pemulangan Jenazah TKI asal Rembang di Taiwan Terkendala Biaya

oleh -
ilustrasi foto, istimewa

REMBANG – cbfmrembang.com, Sudah 20 hari kabar duka meninggalnya Supriawan (19), seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Rembang yang dikabarkan meninggal dunia di Taiwan, usai mengalami kecelakaan tunggal di jalan sekitar pasat Nontoi, Taiwan pada 12 Desember lalu.

Hingga saat ini, pihak keluarga almarhum di RT 3 RW 1 Desa Pandangan Wetan Kecamatan Kragan masih menunggu kepulangan jenazah almarhum. Uborampe pemakaman juga sudah disiapkan.

Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun Kapolsek Kragan Iptu Setianto dari pihak keluarga, pemulangan jenaza terkendala biaya. Mengingat, jaraknya memerlukan perijinan keimigrasian, dan biaya yang mahal.

Baca Juga: Kabar Duka Datang dari Taiwan, TKI Asal Rembang Meninggal Dunia

Namun demikian, kata Setiyanto administrasi pemulangan jenazah sudah lengkap, dan dalam proses pengurusan oleh teman sesama TKI dan pemerintah Indonesia.

“Kata pihak keluarga pemulangan terkendala biaya. Hanya saja, kalau soal administrasi keimigrasian sudah lengkap,” kata Setiyanto.

Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Ketenagakerjaan Kabupaten Rembang, Teguh Gunawarman menyebut belum dapat memastikan kapan jenazah Supriawan akan tiba ke Rembang.

Teguh mengaku telah menjalin komunikasi dengan pihak Badan Pelayanan, Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) dan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) yang menangani tentang masalah TKI.

“Jadi yang berwenang menyelesaikan proses tersebut adalah dari BP3TKI Semarang dan untuk pusat BNP2TKI di Jakarta. Dan BP3TKI selalu mengabarkan kepada kami dan keluarga,” terangnya kepada media.

Di sisi lain, Pemkab Rembang melalui DPMPTSP Naker menyebut telah melakukan langkah pendampingan terhadap keluarga terkait adanya kabar duka tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang TKI asal Kabupaten Rembang meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan tunggal di dekat salah satu pasar Taiwan.

Saat kejadiaan, kawasan setempat sedang berkabut, sehingga jarak pandang sangat terbatas, sekitar 5 sampai 8 meter. Kejadian sekitar pukul 23.00 waktu setempat. (Asmui/Mifta)