Pemprov Bedah Dua Rumah di Desa Banggi

oleh -368 views

KALIORI – cbfmrembang.com, Dua Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di warga Desa Banggi, Kecamatan Kaliori, mendapat bantuan rehab rumah dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Bantuan bedah rumah diberikan secara langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, H. Taj Yasin Maemoen (Gus Yasin), saat berkunjung ke Pasar Mbrumbung, hari Ahad (14/7/2019). 

SEPEDA SANTAI POLRES REMBANG, HUT BHAYANGKARA KE-73

Gus Yasin mengatakan 2 warga yang tidak layak huni yang mendapatkan bantuan rehab yaitu Sajiman RT 3 RW 3 dan Ngadimah RT 1 RW 3.

“Tadi saya sudah bicara dengan Bapak Kepala Desa. Saya tanyakan tahun ini RTLH di desa sini ada berapa? Sudah ada 10, terus saya tanya lagi sudah berapa rumah lagi yang belum? Saya meminta 2 rumah yang RTLH pada momen saat ini didatangi. Mosok Wakil Gubernure teka ora gawa apa-apa. Maka saya minta data.” Imbuhnya.

Gus Yasin sapaan akrab Wakil gubernur Jawa tengah itu meminta kerjasama semua pihak baik TNI – Polri, maupun Karang taruna untuk membantu menyelesaikan pembangunan. Sehingga, penerima bantuan tidak terbebani biaya tenaga pengerjaan

“Kita tahu bahwa bedah rumah itu atau RTLH itu kan dananya minim. Kalau disuruh bayar tukang kan kasihan. Maka saya berharap betul. Masyarakat Jawa Tengah itu yang terkenal dengan gotong royong. Biasane istilahe wae mangan ora mangan sing penting kumpul. Artine tepa rasa. Teman-teman dari Karang Taruna, teman-teman dari kepolisian, dari TNI bisa kerjasama untuk membangun gotong royong. Membantu. Jadi, uangnya tidak perlu dikeluarkan untuk bayar tukang.”tambahnya.

Ketika disinggung mengenai bantuan rehab rumah dikaryakan atau diborongkan, menurut Gus Yasin hal itu sekarang sudah mulai berkurang. Karena sudah mulai muncul kesadaran gotong royong di tengah masyarakat. 

Gus Yasin menerangkan anggaran rehab rumah di Jawa Tengah masih 10 juta rupiah per RTLH. Sehingga pihaknya mewacanakan akan memberikan anggaran 15 juta rupiah. Pasalnya, bantuan rehab rumah dari pemerintah pusat sebesar 17,5 juta rupiah dan dengan anggaran 10 juta rupiah dikeluhkan penerima bantuan merasa masih kurang terlebih masih dibebani pajak serta administrasi yang harus ditanggung penerima.

Kepala Desa Banggi, Bathi mengungkapkan untuk program rehab rumah yang dilaksanakan di desa Banggi setiap tahunnya ada 10 rumah. Dengan rincian 3 rumah dari anggaran bantuan propinsi dan 7 rumah dari anggaran Dana Desa.

Bathi mengaku untuk pengerjaan rehab dikerjakan oleh tetangga penerima secara gotong royong. Karena budaya gotong royong di desa masih terpelihara.( Masudi / Mifta )