Pemkab Rembang Fasilitasi Kemitraan Pelaku UMKM Dengan Perusahaan

oleh -

KALIORI – cbfmrembang.com . Ratusan pelaku UMKM dipertemukan dengan sejumlah perusahaan dan Perbankan di salah satu Hotel di Rembang, Selasa (3/12/2019). Pertemuan tersebut menjadi wadah saling memberikan informasi kedua belah pihak yang nantinya bisa saling menguntungkan.

Mulai dari Bank Indonesia, Indomaret, PT.Sampoerna dan PJB memberikan penjelasan terkait syarat- syarat yang harus dimiliki dan ditempuh jika ingin bekerjasama.

DETIK-DETIK RUNTUHNYA KUBAH MASJID JAMI’DESA KARANGASEM KECAMATAN SEDAN

Kepala Bidang Koperasi dan UKM, Ida Hayu Megayati mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk menjembatani terjalinnya kemitraan antara perusahaan dengan pelaku UMKM. Baik kerjasama dalam bentuk pembinaan maupun pemasaran.

Dengan adanya penjelasan langsung dari pihak perusahaan kepada UMKM diharapkab bisa meluruskan kabar miring atau informasi yang belum tentu kebenarannya.

“Informasi yang beredar kan kalau di indomaret pembayarannya sulit, tapi ternyata dari penjelasan pihak Indomaret yang penting persyaratan yang ada dipenuhi. Seperti PIRT nya , label halal, kemasannya dilengkapi batas waktu kadaluarsanya. Dan ternyata di indomaret 14 hari waktu tagihan laku atau tidak laku tetap dibayarkan, ” ungkapnya.
Mastiah Rahma Produsen makanan olahan berbahan dasar Ikan Bandeng mengakui kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi pengembangan usahanya. Dengan langsung dipertemukan sejumlah perusahaan yang memiliki program kemitraan dan pembinaan UMKM akan membuka informasi aktual untuk pelaku UMKM.

” Bagus sekali mas kita bisa kenal langsung orang- orang yang bertanggung jawab atas kerjasama dengan UMKM di perusahaan tersebut. Kan kadang kita sulit menembus karena tidak tau juga apa yang di syaratkan, ” tuturnya.
Saat ini Pemkab Rembang mendorong tumbuhnya Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten. Salah satu upayanya dengan adanya Peraturan Bupati yang mengamanatkan 30 persen Dana Desa untuk pemberdayaan masyarakat. Selain itu fasilitasi pelatihan mulai produksi hingga pemasaran juga dilakukan secara gratis dan terus menerus.
Saat jumlah UMKM di Rembang sebanyak 40 ribu lebih dan diperkirakan akan terus bertambah. (Masudi /Mifta)