Pemkab Peduli Perawat Jenazah, Mulai Kualitas Pelayanan Sampai Kesejahteraan

oleh -137 views

REMBANG-cbfmrembang.com, Pemkab Rembang sangat peduli dengan keberadaan Perawat Jenazah, selain Pemkot Semarang. Setiap bulannya mereka memberikan honor Rp. 200 ribu.

Bupati Rembang H. Abdul Hafidz saat kegiatan peningkatan mutu Perawat Jenazah di aula lantai 4 Kantor Bupati Rembang, Rabu (12/12/2018) mengatakan tidak semua kabupaten menganggarkan untuk perawat jenazah. Besaran tersebut kemungkinan bisa bertambah, karena di kesempatan itu Bupati meminta kepada Bagian Kesra Setda Rembang di tahun 2020 bisa menambah honor perawat jenazah lagi.

SEPEDA SANTAI POLRES REMBANG, HUT BHAYANGKARA KE-73

Dihadapan sekitar 250 Perawat Jenazah yang hadir, Bupati juga meminta agar mereka jangan mempermasalahkan data administrasi. Menjadi perawat jenazah diniatkan sebagai pengabdian untuk merawat jenazah sebagai bagian dari perintah agama.

“Kulo nyuwun mboten usah mempermasalahkan data administrasi. Karena saat ini belum ada sinkronisasi data administrasi perawat jenazah antara pemerintah desa dengan Kantor Urusan Agama (KUA). Sehingga di sebagian desa, perawat jenazah merangkap perangkat desa dan di desa lainnya perawat desa tidak menjadi perangkat desa. Menjadi perawat jenazah diniatkan sebagai pengabdian untuk merawat jenazah sebagai bagian dari perintah agama. Nanti kita tambah honornya, jangan dua lembar, tapi tiga atau empat lembar, tahun 2020 nanti,” ungkapnya.

Sedangkan terkait peningkatan mutu Perawat Jenazah, Bupati meminta kepada seluruh perawat jenazah di Kabupaten Rembang yang jumlahnya 918 orang untuk bekerja secara benar sesuai syari’at.

“Pemerintah sudah mulai berbenah diri. Berbenah dirinya itu memahami kondisi sekarang ini, ternyata yang paling utama berkaitan masalah fundamental yaitu masalah agama. Karena ketika agama dipolitisasi, viralnya sudah mendunia. Agama fundamental sekali. Pemerintah telah menyadari. Oleh karena itu, perawat jenazah tidak lepas dari masalah agama. Kula nyuwun tulung apa yang didhawuhkan Kiai bisa didengarkan. Secara kaifiyat bisa dilaksanakan di lapangan,” Imbuhnya.

Dalam kegiatan peningkatan mutu perawat jenazah itu ada tiga narasumber yang dihadirkan, yakni KH. Chatib Mabrur, KH. Zahlan dan dokter Budi dari RSUD dr.R.Soetrasno. ( Masudi / Mifta )