Pemkab Akan Buat Kluster Industri Batik Tulis Lasem

oleh -

REMBANG – cbfmrembang.com, Asosiasi Pengrajin dan Pengusaha Batik Indonesia (APPBI) menggelar audiensi dengan pemerintah kabupaten Rembang di aula salah satu hotel yang ada di Jalan Raya Pantura, Rabu (15/1) malam. Kegiatan yang dihadiri para pecinta, pemerhati, peneliti dan pelestari sekaligus berprofesi sebagai pengrajin batik asli Indonesia tersebut digelar dalam rangka diskusi mengenai perkembangan batik tulis yang ada di Lasem dan mengangkat batik Lasem agar bisa lebih di kenal dengan motif – motif khas Lasem yang tidak ada di daerah lain.

Ketua APPBI Komarudin Kudiya dalam sambutannya mengatakan, dalam kunjungannya ini tidak semata mata hanya untuk silaturahmi. Namun mereka hadir di Rembang khususnya Lasem untuk mengetahui sejauh mana perkembangan batik yang ada di Lasem.

Secara Indikasi Geografis (IG), Lasem memiliki ciri khas daerah yang sangat kuat dengan nilai historisnya. Hal tersebut tentunya dapat memberikan dampak positif bagi para pengrajin untuk menonjolkan hasil karya mereka melalui batik.

“Batik latohan merupakan salah satu kriteria yang harus kita daftarkan di Menkumham karena latohan ini tidak dimiliki di daerah lainnya. Karena kalau indikasi geografis itu harus ada 4 unsur yang bisa kita daftarkan yang pertama wilayah Rembang yaitu Lasem, kemudian batik lasem memiliki keunggulan, dan karakteristik,” kata dia.

Menurutnya batik lasem perlu lebih dipromosikan lagi agar bisa dikenal masyarakat. Oleh karena itu pembuatan wisata batik di lasem sangat diharapkan untuk mempopulerkan batik tulis lasem kepada wisatawan yang intinya bisa memberikan informasi kepada konsumen maupun wisatawan yang datang untuk mencari batik Lasem dalam satu lokasi.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Rembang H. Abdul Hafidz, mengatakan pemkab Rembang sudah merencanakan pembuatan kluster industri batik lasem. Besaran anggaran yang akan digelontorkan untuk membuat kluster industri batik lasem kurang lebih Rp 50 Milyar.

Terkait konsep pembangunannya seperti apa, pemkab akan meminta rekomendasi dari APPBI. Selain itu Bappeda juga dilibatkan untuk membuat konsep kluster industri batik lasem senilai puluhan miliar tersebut.

“Kami sudah membuat rencana kluster industri batik tulis lasem, dan itu akan kami siapkan anggaran kurang lebih Rp. 50 miliar untuk mengangkat batik lasem. Perencanaan sudah 99,9%, Bappeda sudah kami perintahkan untuk membuat konsep senilai Rp 50 Milyar. Insya allah kita akan terus berupaya bagaimana Rembang terkenal dengan batiknya, ” bebernya.

Upaya tersebut dilakukan Pemkab Rembang untuk mengangkat keberadaan batik lasem sekaligus juga mengenalkan ciri khas “Rembang Lasem Batik Tulis” kepada masyarakat luas. Orang nomor satu di Rembang itu yakin dengan nilai sejarah yang dimiliki Lasem, Batik tulis Lasem memiliki nilai yang berbeda dengan batik tulis lainnya. ( Rendi / Mifta )