Pembuatan RPJMD Harus Berbasis KLHS

oleh -

REMBANG – cbfmrembang.com, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) harus berbasis Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS).
Integrasi KLHS dalam RPJMD sangat dibutuhkan agar kelestarian lingkungan tidak berdampak buruk oleh kegiatan pembangunan yang meliputi empat pilar diantaranya sosial, ekonomi, lingkungan dan tata kelola.

Untuk hal tersebut Bappeda Kabupaten Rembang menggelar Kick Of Meeting Penyusunan KLHS RPJMD Kabupaten Rembang selasa 4 Februari 2020 di Aula Bappeda dengan narasumber Dr. Lutfi Muata’ali dari Fakultas Geografi Universitas Gajah Mada (UGM).

Kepala Bappeda melalui Kepala Bidang Infrastruktur Wilayah Ali Sahid mengungkapkan digelarnya kegiatan ini untuk sosialisasi dan penyamaan persepsi tentang KLHS RPJMD beserta langkah-langkah penyusunannya, curah pendapat awal tentang isu-isu strategis serta koordinasi dukungan data dan informasi dari OPD dan Lembaga terkait.

Pasalnya KLHS RPJMD ini dibutuhkan analisis sistematis, menyeluruh, dan partisipatif yang menjadi dasar untuk mengintegrasikan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) ke dalam dokumen RPJMD sebagai instrumen kontrol pelaksanaan Pembangunan

Berkelanjutan dalam dokumen perencanaan daerah. Pentingnya KLHS dalam RPJMD ini diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No 7 Tahun 2018 tentang pembuatan dan pelaksanaan KLHS dalam penyusunan RPJMD.

Sementara itu Asisten I Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Rembang Ahmad Mualif menghimbau kepada seluruh OPD dan Lembaga terkait untuk menyiapkan data dan informasi tentang tujuan pembangunan berkelanjutan yang akurat, dengan langkah sistematis mulai dari melengkapi data, mengkroscek data dan mengupdate data.

“Mohon dinas-dinas teknis mulai hari ini mulai mengumpulkan data, pertama yang dilakukan adalah data apa yang seharusnya ada di dinas bapak dan ibu, kalau tidak ada harus dicari, yang kedua setelah ketemu harus di kroscek dengan dokumen resmi yang ada, kalau cocok update tahunnya. Saya pesan hanya tiga, lengkapi data, kroscek data dan update data.” Jelasnya.


Ia juga berpesan agar penyusunan rencana kerja setiap OPD harus sinkron sesuai RPJMD yang telah dibuat bersama.

Kegiatan yang diikuti oleh puluhan peserta ini juga diwajibkan untuk mengisi angket sebagai masukan atau saran mengenai penjaringan isu-isu strategis pembangunan berkelanjutan KLHS RPJMD Kabupaten Rembang. (Ki Dwi / Mifta )