Pelajar Tiga Provinsi Jelajah Wisata Budaya dan Akulturasi Lasem

oleh -

REMBANG – cbfmrembang.com, Kabupaten Rembang menjadi tuan rumah penyelenggaraan Jejak Tradisi Budaya Daerah (Jetrada) yang diselenggarakan oleh Balai Pelestari Nilai Budaya (BPNB) Daerah Istimewa Yogjakarta (DIY). Pembukaan kegiatan yang diikuti oleh siswa SMA sederajat dari Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur dan DIY itu dilaksanakan di salah satu Hotel di jalan Diponegoro, Selasa (9/4/2019) sore.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) kabupaten Rembang Dwi Purwanto dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan tersebut mengatakan, kegiatan Jetrada ini sangat tepat jika diselenggarakan di Kabupaten Rembang. Mengingat Kabupaten Rembang memiliki wisata budaya menarik dengan keberagaman etnik yang tumbuh dalam satu tempat yaitu di Lasem.

Adanya daerah pecinan yang dijuluki “Tiongkok Kecil” dengan berbagai bangunan cagar budaya khas pecinan serta hadirnya beberapa pesantren tumbuh bersama dengan harmonis ditengah-tengah penduduk pribumi. Hal tersebut bisa menjadi contoh bagi para siswa agar dapat menjunjung tinggi toleransi antar budaya dan umat beragama.

“Kalo kita berbicara wisata berbasis budaya tidak salah jika panjenengan semua tindak di Rembang khususnya di Lasem. Lasem karakteristiknya luar biasa, akulturasi budayanya juga luar biasa. Mau cari apa saja di Lasem terutama bangunan yang diduga cagar budaya juga ada,” papar Kepala Dinbudpar.

Senada dengan Kepala Dinbudpar, Ketua BPNB DIY Zaimul Azzah mengungkapkan, dipilihnya Kabupaten Rembang karena memang dinilai memiliki lokasi kawasan yang menarik untuk dilakukan kegiatan jejak tradisi khususnya di wilayah Kecamatan Lasem. Pasalnya Lasem memiliki keunikan kultural tiga budaya yang dapat hidup harmonis dalam satu tempat.

Dirinya berharap, dengan agenda ini para siswa bisa lebih mengenal budaya yang ada di daerah-daerah. Utamanya belajar untuk memiki sifat toleransi terhadap kultur budaya di Indonesia yang sangat beragam.

“Kita ingin memperkenalkan kepada anak didik kita ada satu harmoni kebudayaan yang ada di Lasem. Ini dapat menjadi contoh buat mereka untuk diserap bagaimana adanya beberapa kultur ini dapat hidup harmoni. Tidak ada gesekan-gesekan sehingga dapat memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa,” terang Zaimul.

Ia menyebutkan, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah sekitar 120 orang. Dengan detail perwakilan siswa dari masing-masing Provinsi sebangak 27 orang, didampingi oleh 6 guru dan 2 orang dari dinas.

Setelah diberikan pembekalan, para peserta akan menjelajah di Lasem dalam rangka menelusuri jejak tradisi budaya daerah. Kemudian, mereka akan memaparkannya dalam bentuk karya tulis di setiap kunjungan. Tiga Karya tulis terbaik akan dipilih dan diikutkan ke lomba tingkat nasional. ( Rendi / Mifta )