Pedagang Janur Musiman Banjiri Pasar Tradisional

oleh -87 views

REMBANG – cbfmrembang.com, Menjelang lebaran ketupat atau yang biasa disebut (Kupatan) banyak pasar tradisional kebanjiran penjual janur maupun longsongan ketupat siap isi. Pedagang musiman itu, menggelar dagangannya dengan tempat seadanya baik didalam maupun diluar pasar.

Selain para pedagang dadakan, para pedagang yang kesehariannya menjual sembako di pasar, juga tak mau ketinggalan untuk mengambil keuntungan dari momen kupatan. Mereka juga ikut berjualan janur maupun daun lontar untuk kerangka kupat.

SEPEDA SANTAI POLRES REMBANG, HUT BHAYANGKARA KE-73

Salah seorang penjual janur dari Desa Sulang Suharti mengatakan, usai hari raya idul fitri, atau menjelang kupatan Ia sudah terbiasa berjualan janur, maupun longsongan ketupat siap isi.

Satu ikat janur dengan isi 50 helai dijual dengan harga Rp 11 ribu. Sedangkan daun lontar yang juga biasa digunakan untuk membuat ketupat dijual dengan harga Rp 15 ribu setiap ikatnya, dengan isi 30 lembar saja.

Untuk longsongan ketupat siap isi, setiap 10 buah longsongan yang berbahan janur dijual dengan harga Rp 7000, sedangkan yang berbahan lontar Rp 11 sampai Rp 15 ribu.

“Saya memang sudah biasa berjualan daun lontar dan janur. Ini semua dari Sulang. Satu iket 10 ribu sampai 12 ribu. Bedanya kalai lontar itu dari pohon aren. Kalau sama janur ya beda sama lontar. Itu juga selera konsumen,” jelasnya.

Menurut pengakuan pedagang, pada Senin pagi, pasar terbilang masih sepi. Sehingga pembeli janur maupun daun lontar sebagai bahan ketupat belum terlalu ramai. Diperkirakan, puncak kupatan akan jatuh pada hari Selasa 11 Juni 2019 ini. ( Asmui / Mifta )