Oknum Bonek Kembali Berulah di Rembang, Palak Santri Diatas Truk Berjalan

oleh -
Para pelaku diamankan ke Mapolsek Sluke sebelum di bawa ke Mapolres Rembang. Korban sedang mendapatkan penanganan medis

SLUKE – cbfmrembang.com, Belasan oknum yang mengaku bagian dari salah satu suporter tim sepak bola Persebaya, melakukan aksi pemalakan di wilayah Desa Jatisari Kecamatan Sluke atau Sebelah barat SPBU Jatisari Senin siang (4/11/2019) sekitar pukul 12.30 WIB.

Sadisnya 16 orang yang berusia remaja itu melakukan aksi pemalakan di atas truk tronton yang mereka tumpangi. Kebetulan, korban pemalakan adalah tiga orang santri yang juga menumpang truk yang sama.

Detik-Detik Gudang Rosok di Desa Tuyuhan Kecamatan Pancur Terbakar

Kedua korban masih dibawah umur, sedangkan salah satu pelaku merupakan anak dibawah umur.

Santri yang menjadi korban adalah S (16), dan MR (16). Mereka adalah salah satu santri Pondok Pesantren Miftahul Ulum Kayen – Pati, Alamat Desa Siwalan Kecamatan Rosari Kabupaten Kendal.

Sedangkan terduga pelaku ialah Mahrus (22), dan RS (16), mereka warga Kabupaten Gresik.

Saking takutnya, dua santri melompat dari kendaraan yang berjalan. Akibatnya, mereka mengalami luka patah tulang luka dikepala. Tas berisi kitab dan uang tunai senilai Rp 170 ribu diambil kedua pelaku.

Ketiga santri tersebut pulang dengan menumpang truk tronton setelah dari pesantren Al Anwar Sarang untuk membeli kitab Al-Qur’an. Mereka harus kembali dengan tangan kosong lantaran tokonya tutup.

Setibanya diwilayah Jalan Raya Pantura masuk wilayah Kecamatan Kragan, tronton dengan nomor polisi B 9927 VO yang di tumpangi oleh korban di cegat dan diberhentikan secara paksa dengan cara dihadang ditengah jalan oleh sekelompok anak Bonek dari Surabaya.

Kapolsek Sluke Iptu Sunandar mengatakan, 16 orang tersebut mengaku mereka akan mendukung laga tim Persebaya melawan PS Tira Persikabo di stadion Pakan Sari Bogor pada tanggal 9 November 2019.

“Mereka memang suporter Bonek mau nonton pertandingan Persebaya di Bogor. Mereka numpang truk, nonton Persebaya,” jelanya.

Keenam belas remaja tersebut sudah diamankan ke Mapolres Rembang. Dua terduga pelaku pemalakan sudah menjalani pemeriksaan. Rencananya mereka akan tetap diproses hukum.

Sedangkan kedua santri yang meloncat dari truk tronton yang berjalan menjalani perawatan di Puskesmas dan akan dirujuk ke RSUD. Sedangkan santri yang selamat masih diperiksa polisi. ( Asmui / Mifta )