Nelayan Rembang Siap Berangkat ke Natuna Dengan Kapal Diatas 80 GT

oleh -

REMBANG : Pihak Asosiasi Nelayan Dampo Awang Bangkit menyatakan siap berangkat melaut ke Pulau Natuna sesuai dengan arahan pemerintah pusat. Sekaligus menjaga wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh ketua asosiasi, Suyoto. Dengan catatan mendapatkan jaminan keamanan selama melaut.

Detik -detik Kecelakaan Mobil di Pantura Kaliori Rembang, Mobil Hancur

Ia menambahkan, rencananya, memang akan ada sekitar 400-an kapal dengan ukuran di atas 80 gross ton dari Kabupaten Rembang yang siap berangkat melaut ke Pulau Natuna, bersama dengan nelayan Pantura lain, seperti Tegal dan sekitarnya.

“Kami berharap saat berangkat ke Pulau Natuna hingga pulangnya mendapatkan pengawalan. Termasuk saat mencari ikan juga mendapatkan jaminan keamanan menyusul situasinya yang sedang memanas,” kata Ketua Asosiasi Nelayan Dampo Awang Bangkit Suyoto.

Selain meminta jaminan keamanan, dia juga berharap, pemerintah memberikan kebijakan khusus terkait harga bahan bakar minyak (BBM) bagi nelayan yang bersedia berangkat melaut ke Natuna.

Nelayan juga meminta adanya jaminan bahwa nelayan setempat juga tidak merasa tersinggung dengan kehadiran nelayan dari Pantura karena sebelumnya nelayan lokal memang tidak menerima kehadiran nelayan dari luar daerah.

Untuk menuju Pulau Natuna yang saat ini situasinya tengah memanas dengan Negara China, membutuhkan waktu antara delapan hingga 10 hari, sehingga mulai berangkat hingga mendapatkan hasil tangkapan serta pulang ke Rembang setidaknya membutuhkan waktu sebulan.

Sebelumnya, beberapa nelayan dari Kabupaten Rembang memang ada yang sudah pernah melaut ke Pulau Natuna dan mendapatkan hasil yang cukup memuaskan. (Asmui / Mifta)