Musrenbang Tingkat Kecamatan Mulai Digelar Sebagai Saluran Usulan Pembangunan

oleh -

SUMBER – cbfmrembang.com Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan mulai mulai digelar Senin ini, 10 Februari 20. Untuk hari pertama ini dilaksanakan di tiga kecamatan, yakni Sumber, Gunem dan Sale.

Dalam kegiatan yang dihadiri Kepala Desa, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), ketua tim penggerak PKK, Karang Taruna, Forum Anak Desa dan tokoh agama desa itu Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengatakan digelarnya musrenbang berdasarkan Undang-undang dan Peraturan Menteri Dalam negeri dimana pembangunan harus diproses melalui perencanaan yang dimulai dari usulan dari tingkat desa.

“Perencanaan harus mulai dari desa, kecamatan, kabupaten sampai tingkat nasional. Jadi, ini yang menjadi topik pada pagi ini adalah Bapak / Ibu diberi kesempatan untuk mengusulkan kegiatan-kegiatan yang itu yang sejalan dengan kepentingan desa, kepentingan kecamatan dan tidak terlepas dari jangka menengah kabupaten, propinsi sampai nasional, ” imbuhnya.

Bupati menambahkan perencanaan tidak lepas dari evaluasi yang dilakukan melalui skala prioritas. Dimana skala prioritas usulan diambil dari sisi hasil dan manfaatnya untuk masyarakat. Selain itu skala prioritas tidak melenceng dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) maupun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMNas). Sehingga usulan yang ada tidak asal-asalan.

Bupati mencontohkan 5 program presiden Republik Indonesia, Joko Widodo berupa pembangunan infrastruktur, pembangunan Sumber Daya Manusia, penyederhanaan birokrasi, penyederhanaan segala bentuk kendala regulasi dan transformasi ekonomi telah diaplikasikan di Pemkab Rembang menjadi 7 program berupa apik layanane, makmur wargane, tuwuh ekonomine, alus dalane, mumpuni rakyate, sehat wargane dan tentrem wargane.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang Daerah Pemilihan Kaliori dan Sumber, Yudiyanto menuturkan kegiatan musrenbang telah diamanatkan oleh Undang-undang nomor 25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional sehingga suka atau tidak suka harus dilaksanakan.

Yudiyanto menegaskan dengan adanya forum musrenbang menjadi acuan anggota DPRD dalam menentukan pokok-pokok pikiran.(Masudi/Mifta)