Musim Kemarau Warga Berburu Latoh di Pantai Sluke

oleh -

SLUKE – cbfmrembang.com, Tiap pagi hari nampak ramai di tepi laut warga diwilayah pesisir Kecamatan Sluke turun ke laut. Mereka tidak mencari melainkan, berburu rumput laut.

Dari pantauan cbfmrembang.com Jumát pagi (11/10.2019), warga memanfaatkan musim ini untuk berburu latoh, atau jenis rumput laut. Seperti engos-engos, Latoh, dan guder. Semua jenis rumput laut yang ada ini bisa ditemukan di tepian laut utara Rembang. Biasanya bisa dijumpai ketika musim tertentu, seperti musim pancaroba ketika nelayan tidak melaut dikarenakan cuaca dan ombak.

Detik-Detik Bangunan Kompleks Kantor Dinas Pertanian Terbakar

Seperti, Parjo warga Desa Sriombo Kecamatan Lasem ini contohnya. Setiap hari bersama empat rekannya berburu rumput laut jenis Latoh. Jenis sayuran yang umumnya dimasak oleh ibu- ibu yang terkadang juga dijual ke tengkulak warga setempat.

Namun ia mengaku mencari latoh hanya untuk konsumsi pribadi. Jika ada lebihan akan dibagikan kepada saudara dan tetangga.

“Saya mencari untuk dimasak sendiri. Kalau ada lebih, saya bagikan ketetangga,”katanya kepada media yang menjumpainya.

Kegiatan ini, banyak dijumpai ketika air laut mulai surut. Sebab, rumput laut akan mudah terlihat dan dipungut. Aktivitas mencari latoh ini juga dianggap mereka sebagai keseruan untuk mengisi waktu luang di sore hari atau hari libur.

Kepada tengkulak, jika dijual satu kilogram latoh dihargai Rp 15 ribu. Sedangkan untuk ukuran satu karung platik berukuran 20 kg biasanya tengkulak membayar Rp 100 ribu.

Di Kabupaten Rembang sendiri menurut Parjo tidak semua pantai dapat dijumpai latoh. Tanaman ini hanya akan tumbuh di tempat yang masih asri, dan belum tercemar limbah. Salah satunya disepanjang pantai Jati Sari Kecamatan Sluke.( Asmui / Mifta )