Masyarakat Diharapkan Bisa Manfaatkan Potensi Yang Ada

oleh -

SUMBER – cbfmrembang.com Untuk menanggulangi kemiskinan, Pemerintah Desa bisa menggunakan Dana Desa untuk
mengangkat perekonomian masyarakat.
Salah satunya dialokasikan untuk pemberdayaan.

Camat Sumber, Kamdani mengatakan pemberdayaan masyarakat bisa diwujudkan dengan pelatihan- pelatihan sesuai apa yang dibutuhkan warga Desa. Selanjutnya setelah pelatihan sebagian anggaran bisa untuk membeli peralatannya.

“Saya mempunyai pengalaman di desa mertua. 1 desa sepakat melalui kelompok PKK pemberdayaan masyarakat difokuskan untuk kursus menjahit. Setelah dikursus, dibelikan alat. Setelah itu dia mencari pemasaran bekerjasama dengan konveksi yang ada di Kudus. Akhirnya dari Kudus yang mensuplai kain, setelah dipotongi disampaikan ke desa kami. 1 minggu kemudian diambil. Saya bertanya dengan ibu-ibu Jenengan entuk pira njait ngeten niki? Lumayan Pak isa entuk 300 entuk 400. Ini kan lumayan daripada ibu-ibu ini nganggur, ” terangnya.

Penggunaan Dana Desa untuk pemberdayaan masyarakat telah digaungkan pemerintah pusat dan Bupati. Diarahkan 30 persen Dana Desa digunakan untuk pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengungkapkan sebenarnya potensi yang bisa diangkat untuk pemberdayaan masyarakat cukup banyak. Namun potensi yang ada dibiarkan dan justru dimanfaatkan oleh orang luar daerah.

“Saya malu dan sedih. Karena ada potensi tetapi yang memanfaatkan orang luar daerah. Saya kalau melihat pisang dibawa ke kudus 1 truk. Satu truk itu dari pandangan, kragan itu itu dibuat ceriping orang kudus. Kemudian dibawa ke rembang dinaikkn mobil box, dibeli orang rembang. Jadi potensinya yang punya orang rembang tapi dimanfaatkan orang kudus, orang juana, ” imbuhnya.

Bupati berharap potensi yang ada bisa dimanfaatkan sendiri hingga diolah menjadi barang jadi. Terlebih di desa sudah ada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sehingga BUMDes difungsikan untuk memasarkan produk industri rumahan.

Bupati menuturkan apabila pemberdayaan masyarakat melalui industri rumahan berhasil maka target pertumbuhan ekonomi di tahun 2021 sebesar 6,5 dapat terlaksana. Karena pertumbuhan ekonomi di tahun 2018 terealisasi 5,9.( Masudi/Mifta )