Masih Muda, Pria Ini Tekuni Bisnis Barang “Jadul”

oleh -286 views

REMBANG-cbfmrembang.com, Keberadaan barang-barang yang sudah dianggap kuno atau jaman dulu (Jadul) biasanya hanya disimpan digudang atau malah dijual ke tempat rosok karena dirasa sudah tidak berguna.

Hal itu ternyata salah jika dilakukan, karena tidak selamanya barang jadul menjadi sampah. Barang-barang jenis tertentu justru bernilai tinggi jika semakin kuno atau lawas dan jumlah peminatnya pun tidak sedikit.

SEPEDA SANTAI POLRES REMBANG, HUT BHAYANGKARA KE-73

Ada beberapa kelompok atau orang-orang yang memiliki minat khusus dengan barang tempo dulu. Mereka rela membeli meski harganya fantastis.

Ini menjadi peluang bisnis menggiurkan bagi sebagian orang. Salah satunya, Muhammad
Minan Bashori dari Desa Sumberjo Kecamatan Rembang.

Menurut Minan, barang-barang lawas memang sangat bernilai dan tidak pernah kehilangan pasar. Selalu menjadi buruan penggila barang lawas, dari sekedar untuk koleksi atau dijual kembali dengan harga yang bisa lebih tinggi.

Bermula dari hobi dirinya mulai mencoba berbisnis barang antik sejak awal tahun 2016. Mulai dengan mengoleksi sepeda motor tua dan terus berkembang menjadi berbagai barang antik salah satunya seperti televisi kuno.

“Berawal dari hobi juga mengoleksi barang antik sebagian untuk investasi, karena semakin tua tahunnya maka semakin mahal harganya. Yang dari awal dikoleksi itu motor-motor tua, terus beranjak ke barang-barang antik seperti TV, radio, foto jaman dulu terus kertas-kertas jaman dulu seperti koran,” terang Minan saat ditemui di galerinya.

Untuk barang yang sering diburu pembeli kebanyakan barang yang berjenis kayu, industrial, dan kertas. Selain itu barang-barang yang biasa digunakan untuk dekorasi ruangan pun tidak luput dari daftar buruan pembeli.

Tidak sekedar menjual, dirinya juga membekali diri dengan pengetahuan yang mendalam tentang setiap koleksi miliknya. Pria 26 tahun itu selalu mencari informasi tambahan di internet, sebagai refrensi sejarah barang lawasan tersebut.

“Setiap barang antik memiliki harga bervariatif, ketika barang tersebut ada nilai historis atau sejarahnya barang tersebut lebih bernilai daripada barang biasa yang tidak ada historisnya atau sejarahnya,” terangnya.

Baginya barang lawasan itu seperti investasi, tidak ada ruginya, sebab suatu saat bisa dijual kembali dengan harga lebih mahal. Namun juga butuh perawatan yang cukup hati-hati agar tidak merusak barang karena dari usia barang yang cukup tua dan rentan rusak. (Rendi/Mifta)