Lebaran, Rumah Sakit dan Puskesmas Harus Ada Dokter

oleh -132 views

GUNEM – cbfmrembang.com, Mudik atau pulang ke kampung halaman merupakan salah satu tradisi masyarakat Indonesia menjelang Lebaran. Sayangnya, musim mudik seringkali diikuti berita tingginya angka kecelakaan. Pelayanan kesehatan bagi warga saat memasuki hari Lebaran dirasa kurang maksimal. Pasalnya, tidak semua rumah sakit menyiagakan dokter spesialis.

Melihat hal tersebut Bupati Rembang H. Abdul Hafidz menegaskan bahwa tenaga kesehatan harus siap siaga menjelang maupun saat lebaran. Tidak hanya tenaga kesehatan di Rumah Sakit, namun diseluruh Puskesmas yang ada di Kabulaten Rembang harus siaga dan tetap melayani dengan baik masyarakat yang hendak berobat khususnya untuk menghadapi keperluan darurat.

SEPEDA SANTAI POLRES REMBANG, HUT BHAYANGKARA KE-73

Oleh sebab itu Bupati Hafidz pun memerintahkan kepada Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. R. Soetrasno dan kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang untuk menyiapkan tenaga kesehatannya.
Pelayanan yang diberikan tidak boleh berhenti hanya karena ada dokter yang cuti.

“Seumpomo bodo kok loro, niki pak Direktur (kepala RSUD) tak perintah kudu ono dokter sing stanby ojo nganti kosong. Sampun kulo perintahke DKK, Direktur RSUD pokok e kedah standby. Ojo bodo ditinggal Rumah Sakite kudu ono sing jogo,” tegas Bupati Hafidz seusai sholat tarawih di Masjid Baiturrachman Desa Tegaldowo Kecamatan Gunem dalam kegiatan Safari Ramadhan dan Tarawih Keliling belum lama ini.

Bupati Hafidz menepis anggapan bahwa memasuki hari lebaran di Rumah Sakit tidak ada dokter yang berjaga, hal tersebut sudah tidak berlaku. Pasalnya Pemkab saat ini sangat mengutamakan pelayanan kesehatan bagi warga masyarakat Rembang sekalipun memasuki hari lebaran.

“Bodo ora ono doktere mergone do bodo, sak iki ogak. Pokoke tetep ono dokter sing standby, niki perintah saya ke Pak Direktur RSUD sama DKK. Pokoke harus standby, disamping pos-pos pelayanan dipinggir jalan ada, tapi di Rumah Sakit dan Puskesmas wajib hukumnya ada dokter jaga pas hari raya,” pungkasnya.

Dengan adanya dokter yang tetap masuk bekerja saat lebaran membuat pelayanan kesehatan tidak terganggu. Apalagi meski lebaran kunjungan pasien tetap ada bahkan pada keadaaan kegawatdaruratan seluruh fasilitas kesehatan baik tingkat pertama maupun lanjutan wajib memberikan pelayanan penanganan pertama kepada pasien. ( Rendi / Mifta )