L300 Terbalik, Ini Nasib Seorang Penumpang Meninggal Dunia

oleh -

KALIORI – cbfmrembang.com, Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Pantura Rembang. kali ini daerah Desa Dresi Kulon Kecamatan Kaliori yang menjadi lokasinya.

Laka tunggal itu menimpa sebuah mobil L300 dengan nomor polisi S 8626 HH yang dikemudikan Muhammad Zahwa Sidqi (17) alamat Desa Bulujowo RT 03 RW 04 Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

DETIK-DETIK RUNTUHNYA KUBAH MASJID JAMI’DESA KARANGASEM KECAMATAN SEDAN

Mobil naas itu berpenumpang 3 orang dengan posisi duduknya dibelakang. Mereka adalah, Syaifudin (17) seorang pelajar dari Desa Muragan Kecamatan Lasem, Rembang. Ia mengalami luka berat dikepala dan meninggal dunia (MD).

Penumpang lain yang turut dalam kecelakaan tersebut ialah, Syaiful Faruq (19) warga Desa Kragan RT 01 RW 02 Kecamatan Kragan, dan Muhammad Sohib (16) alamat Desa Bulujowo Kecamatan Bancar Kabupate Tuban. Keduanya mengalami luka -luka sehingga harus menjalani perawatan medis.

Kasat Lantas Polres Rembang AKP Roy Irawan melalui Kanit Laka Ryan Mitha Pengesti mengatakan, menurut hasil olah kejadian perkara yang dilakukan oleh jajarannya, kendaraan tersebut semula berjalan dari barat ke timur, sesampainya di dekat jembatan Desa Dresi Kulon kendaraan tersebut hendak mendahului kendaraan yang ada didepannya melalui jalur kiri. Diduga mobil tersebut tergelincir saat akan menyalib. Mobil oleng ke kanan dan terbalik.

“Semula KBM Mitsubishi L300 S 8626 HH berjalan dari barat ke timur, sesampainya di TKP KBM Mitsubishi L300 S 8626 HH mendahului dari kiri KBM yang tidak diketahui identitasnya yang berjalan searah didepannya namun saat mendahului KBM Mitsubishi L300 S 8626 HH tergelincir selanjutnya oleng ke kanan dan terbalik,” jelasnya.

Kejadian tersebut sempat membuat jalur Pantura Rembang melambat. Proses evakuasi bangkai kendaraan membuat arus lalu lintas macet sesaat. Setelah proses evakuasi rampung lalu lintas kembali lancar.

Hingga saat ini aparat masih menyelidiki secara pasti penyebab kecelakaan. Apakah dikarenakan faktor kendaraan, atau ada kelalaian manusia.

Senantiasa aparat kepolisian mengingatkan bagi pengendara untuk selalu berhati-hati. Jika lelah dan mengantuk, hendaklah menepi dan istirahat sejenak. ( Asmui / Mifta )