Konsumsi Listrik di Rembang Meningkat 40 Trafo PLN Meledak

oleh -

REMBANG – Sejak berlakunya kebijakan work from home atau (WFH) oleh pemerintah pusat, karena adanya pandemi wabah Corona, konsumsi listrik para pelanggan rumah tangga secara umum mengalami peningkatan.

Bahkan di Kabupaten Rembang, ada 40 unit trafo milik PLN meledak karena overload pemakaian.

Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Rembang, Arif Setyawan mengatakan, meski tidak semuanya namun secara umum konsumsi listrik pelanggan rumah tangga melonjak drastis, apalagi ada kebijakan pemerintah yang menggratiskan pemakaian listrik selama tiga bulan sejak April, Mei, dan Juni.

Menurutnya, dampak kenaikan listrik lebih karena bertepatan pada bulan suci Ramadan, dimana kebutuhan akan mengalami peningkatan.

“Kalau listrik rumah tangga memang meningkat, yang biasanya Rp 20 ribu, atau Rp 30 ribu, bisa naik sampai satu kali lipatnya,” jelasnya.

Ia menimpali, jika konsumsi listrik untuk pelanggan industri justru mengalami penurunan, karena ada pengurangan karyawan, atau mereka tutup sementara.

Menurutnya, 80 persen konsumen listrik di Kabupaten Rembang sendiri merupakan sektor rumah tangga. Untuk itu, masyarakat dihimbau untuk lebih menghemat penggunaan listrik agar seperlunya saja.

Untuk mengantisipasi pemadaman lama, karena trafo meledak karena over kapasitas, petugas PLN disiagakan 24 jam untuk melakukan perbaikan. Bahkan, setiap hari ada petugas yang melakukan pengukuran trafo yang mengalami over kapasitas, untuk dilakukan penggantian sebelum meledak.(Asmui/Mifta)