Kisruh situs Terjan Jangan Sampai Terulang

oleh -

KALIORI-cbfmrembang.com, Benda cagar budaya di situs Caruban, Desa Gedongmulyo, kecamatan Lasem harus diamankan dan dilestarikan. Agar kejadian di situs Terjan, di Kecamatan Kragan jangan sampai terulang.

Sekda Kabupaten Rembang Subakti, mengatakan tata ruang kota harus dibenahi agar situs Caruban bisa terselamatkan. Pasalnya, di sana pernah ditemukan situs-situs cagar budaya dalam bentuk benda cagar budaya. Terlebih situs Caruban masuk kawasan wisata Alas Samudra Wela.

“Dari aspek tata ruang, saat ini belum tercover terkait temuan yang ada di Caruban. Karena Caruban plotingnya zonasi wisata. Akan yak-yakan nanti, Nggih? Jadi, Kita akan lupa disitu pernah ditemukan situs-situs cagar budaya dalam bentuk benda cagar budaya. Karena kita sudah menggembar-gemborkan Samudra Wela mulai Gedongmulyo, Karangjahe dan sebagainya. Padahal di dalamnya terdapat situs benda cagar budaya yang harus diamankan dan dilestarikan.” Imbuhnya.

Subakti menjelaskan masyarakat kurang paham benda cagar budaya. Sehingga situs Terjan, di desa Terjan, Kecamatan Kragan yang sudah ada pengamanan karena berdekatan dengan potensi tambang akhirnya dikeruk.

“Selama ini masyarakat tidak begitu paham terkait situs-situs cagar budaya, tidak begitu paham benda cagar budaya dan lain sebagainya. Sehingga situs Terjan, yang sudah kita gembor-gemborkan kita ada zonasi ada pengamanan di sana. Karena di situ berdekatan potensi tambang. Pokoke piye carane, carane piye tambang iku dijupuk? Ini kan jadi PR kita bersama,” ungkapnya.

Ia berharap semua pihak dapat menjaga dan melestarikan situs benda cagar budaya. Karena situs-situs cagar budaya punya relevansi terkait berdirinya pemerintahan saat itu. Terlebih Bung Karno pernah berpesan lewat jargon Jasmerah (jangan melupakan Sejarah). (Masudi/Mifta)