Kecelakaan, Muatan Ikan Jarah Warga Kasian Kasian !

oleh -527 views

PANCUR – cbfmrembang.com, Sebuah kecelakaan terjadi hari Minggu 17 Mei 2019 sekitar pukul 10.00 pagi. Ironisnya kecelakaan tersebut selain membuat pengemudinya mengalami luka-luka.

Wargapun ramai mendatangi TKP, namun semuanya bukan menolong tetapi malah menjarah muatan kendaraan naas itu. Jika ditotal, ikan yang ada dalam muatan itu bernilai Rp 10 juta.

SEPEDA SANTAI POLRES REMBANG, HUT BHAYANGKARA KE-73

Mobil bak terbuka itu disopiri oleh Zakiudin (17), warga Dusun Bulung, Desa Samaran, Kecamatan Pamotan.

Awalnya korban mengaku pagi itu, dirinya mengemudikan mobil bak terbuka mengangkut tiga box ikan suwangi, dari Rembang dengan tujuam Surabaya.

Sebelum ke kota tujuan, ia bermaksud mampir dulu kerumah. Namun sesampainya di tikungan sebelah barat gapura Desa Japeledok atau timur jembatan Pereng Desa Jeruk Kec. Pancur, tiba-tiba salah satu ban mobilnya meletus. Mobil langsung oleng dan terguling-guling. Mobil sempat menabrak lapak dagangan bengkuang di tepi jalan.

Muatan ikan ikut tumpah. Tak berselang lama, warga yang mengetahui kejadian itu menjarah ikan tersebut. Zakiudin tidak kuasa mengingatkan maupun melarang, karena banyaknya orang di tempat kejadian perkara (TKP). Apalagi kebetulan ia harus dibawa ke Puskesmas Pamotan, guna menjalani perawatan.

“Saya mengemudikan mobil dari barat ke timur. Usai melewati tikungan mendadak ban meletus, sehingga mobil oleng tak terkendali. Ikan milik bos saya mau tak setor ke Surabaya, habis dijarah warga. Nggak tahu warga situ atau dari mana. Saya ya nggak bisa lama-lama di TKP, karena wong dibawa ke Puskesmas mas. Tapi sempat lihat warga ramai ngambili ikan, “ ungkap Zaki yang sudah tidak punya ibu kandung ini.

Akibat kecelakaan itu, Zakiudin menderita luka pada bagian dahi, lutut dan lengan kiri. Ia pada hari Senin (20 Mei 2019) sudah pulang dari Puskesmas dan menjalani perawatan di rumah. Tak hanya mobil rusak dan muatan ikan amblas dijarah, tetapi dirinya juga harus membayar uang ganti rugi kepada pemilik bengkuang sebesar Rp 1.200.000.

“Kalau pembayaran ganti rugi bengkuang, yang ngurus keluarga saya, nggak tahu uang dari mana. Jujur saja saya trauma dengan peristiwa kemarin. Nggak menyangka juga akan menjadi perhatian masyarakat, “ imbuhnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Desa Japeledok Kecamatan Pancur, Tasripin mengaku belum mengetahui secara detail peristiwa itu, karena kebetulan ada tugas pekerjaan di luar desa. Namun ia merasa prihatin menyangkut aksi penjarahan ikan yang dibawa korban kecelakaan.

Tasripin mengimbau jika lain hari ada kejadian serupa, masyarakat mestinya fokus menolong korban. Kalau yang bersangkutan membawa muatan, jangan sampai dijarah. ( Asmui / Mifta )