Jumlah Korban Sengatan Tawon Ndas di Rembang Bertambah

oleh -
foto istimewa

REMBANG – cbfmrembang.com, Sejak bulan Februari sampai dengan Desember 2019, terdapat 21 keluhan keberadaan tawon ndas. Tujuh kasus berada diwilayah Kecamatan Rembang kota, lima kasus di Kecamatan Sulang, tiga kasus di Kecamatan Kaliori, dua kasus TKP Pamotan dan masing-masing satu kasus di Kecamatan Sumber, Pancur, Lasem, dan Sedan.

Selain keberadaannya dikeluhkan, ternyata tawon tersebut juga menyerang manusia. Dua orang menjadi korban serangan tawon tersebut. Semula hanya satu orang saja.

Di Desa Pandean, Kecamatan Rembang tawon vespa menyerang seorang ABG bernama M. Rahmad Febriyansah (15), warga wilayah RT 9 RW 3 desa menjadi korban sengatan tawon ndas. Kejadian pada tanggal 4 Desember 2019 lalu.

Baca Juga: Warga Sumberjo Diserang Tawon Ndas, Dirujuk Rumah Sakit

Febri harus dilarikan ke RSUD untuk mendapatkan pengobatan agar tidak terinfeksi sengatan tawon beracun yang sarangnya menempel di atap rumahnya. Karena tidak teralalu parah, kemudian korban diperbolehkan rawat jalan.

Meski demikian para orang tua sempat was-was jika anaknya bermain atau sekedar melintas disekitar rumah korban. Ketika pagi hari tawon ini keluar dari sarang untuk mencari makan. Ketika merasa terganggu, tawon kemudian menyerang.

Kawatir banyak korbannya bertambah, pemilik rumah kemudian mengirimkan surat permohonan evakuasi sarang tawon, yang kini sedang diperbincangkan banyak warga di pulau Jawa, dan sebagian Sulawesi.

Sarang tawon terebut sudah dievakuasi oleh pihak pemadam kebakatan Pemkab Rembang.

Di Desa Sumberjo seorang warga bernama Jito harus dilarikan ke rumah sakit dr R Soetrasno Rembang setelah sekujur tubuhnya di sengat ratusan tawon ndas. Ia harus mendapatkan perawatan beberapa hari lantaran sengatan tawon tersebut.

Kepala Desa setempat Yopi Arifyanto mengaku korban berada di sekitar sarang tawon yang sedang dilempari batu oleh anak-anak kecil. Tapi naas tawon justru menyerangnya.

“Sekujur tubuh mas bukan hanya satu sengatan tok. Meskipun sudah gulung-gulung (tiarap) masih di sengat juga,” kata Yopi.

Anggota pemadam kebakaran Sarpani menjelaskan sudah ada puluhan keluhan sarang tawon ndas yang keberadaannya menjadi teror bagi warga.

Seiring dengan pergantian musim dari musim kemarau ke musim penghujan banyak sekali bermunculan aneka binatang yang muncul pada musim pancaroba. Salah satunya adalah tawon ndas.

Tawon ini memiliki racun yang sangat berbahaya bagi tubuh manusia. Bagi yang alergi terhadap racunnya, dapat menyebapkan gatal-gatal, bengkak, demam, dan dapat mengakibatkan meninggal dunia.(Asmui /Mifta)