Jenazah TKI Taiwan Asal Rembang Baru Tiba Kamis Malam

oleh -
ilustrasi foto, istimewa

KRAGAN – cbfmrembang.com, Jenazah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Asal Desa Pandangan Wetan, Kecamatan Kragan, sudah tiba di kampung halaman (2/1/2010) sekitar pukul 04.00 WIB, dan dimakamkan Jum’at pagi 3 Januari 2020 sekitar pukul 07.00 WIB.

Jenazah Supriawan (19) atau biasa dipanggil (Supri) warga RT 3 RW 1 Desa Pandangan Wetan, dipulangkan melalui bandara Juanda, Surabaya.

Jajaran OPD terkait Kabupaten Rembang menyambut kepulangan jenazah pahlawan devisa tersebut sejak dari bandara, untuk diantarkan menuju ke rumah duka.

Baca Juga: Kabar Duka Datang dari Taiwan, TKI Asal Rembang Meninggal Dunia

Kedatangan jenazah disambut isak tangis pihak keluarga. Karena, Supri meninggal pada 12 Desember 2019, namun jenazahnya baru sampai di kampung halaman setelah 23 hari kemudian.

Baca Juga: Pemulangan Jenazah TKI asal Rembang di Taiwan Terkendala Biaya

Bupati Rembang H Abdul Hafidz mengatakan, la langsung memerintahkan jajarannya setelah mendapatkan kabar pemulangan jenazah TKI tersebut. Setelah tiba, Bupati menyarankan untuk segera dikebumikan, agar pihak keluarga tidak berlama- lama dirundung kesedihan.

“Saya langsung memerintahkan OPD terkait untuk segera menjemputnya di Surabaya, dan agar segera di makamkan. Kasihan keluarga almarhum terlalu lama bersedih,” jelasnya.

Pihaknya akan memberikan santunan kepada keluarga TKI yang meninggal akibat kecelakaan tunggal di sekitar pasar Nontai, Taiwan tersebut.

Ia memberikan apresiasi kepada warga Kabupaten Rembang yang sudah berkontribusi memberikan devisa kepada negara.

Menurut Abdul Hafidz, belum dapat diketahui secara pasti berapa jumlah warga Kabupaten Rembang yang bekerja sebagai TKI di luar negeri. Mengingat, tidak semua memberikan laporan kepada pihak dinas terkait, ada yang melalui penyaluran tenaga kerja di Semarang ada juga dari Jakarta.

Sebelumnya, seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Rembang meninggal dunia di Taiwan. TKI tersebut bernama Supriawan. Meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal. Saat kejadian cuaca disekitar TKP berkabut. Jarak pandang diperkirakan hanya sekitar lima sampai delapan meter. Diduga hal tersebut yang menjadi pemicu kecelakaan. ( Asmui/Mifta)