Jelang Imlek Klenteng Cu an Kiong Lasem Bersih- Bersih

oleh -

LASEM – cbfmrembang.com, Menjelang perayaan tahun baru imlek 2571 yang jatuh pada tanggal 25 Januari 2020 nampak ada kesibukan di beberapa klenteng yang ada di Rembang. Salah satunya yakni Klenteng Cu An Kiong atau yang memiliki arti Istana Ketentraman Welas Asih di Lasem yang melakukan kegiatan bersih-bersih sekaligus pencucian patung-patung dewa.

Wakil Ketua pengurus Klenteng Cu An Kiong, Bambang, saat ditemui ini mengatakan pencucian patung Dewa merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap setahun sekali di Klenteng yang konon merupakan klenteng tertua di pulau Jawa. Kegiatan itu sudah menjadi tradisi warga Tionghua, dilakukan secara bergotong-royong jelang perayaan imlek.

Detik -detik Kecelakaan Mobil di Pantura Kaliori Rembang, Mobil Hancur

Ritual pencucian patung ini menurut kepercayaan, lanjut Bambang, menjelang perayaan imlek semua roh dewa yang ada di rupang atau patung Dewa akan naik ke atas nirwana untuk melaporkan apa yang telah mereka catat selama setahun.

Dalam prosesi pemandian dewa (rupang) ada tatacara tersendiri yakni, memakai kain dan cara mengusapnya secara pelan – pelan. Hal itu maksudkan karena jenis dewa (rupang) terkait bahannya berbeda – beda dengan usia yang beda pula sehingga dilakukan secara teliti agar tidak mengalami kerusakan pada rupang.

Tidak hanya patung dewa saja, namun seluruh ruang di klenteng seperti altar juga dibersihkan. Mereka juga akan menghiasnya dengan puluhan lampion dan lilin. Pembersihan patung dewa-dewi dan semua ruangan di klenteng bertujuan agar sembahyang yang dilakukan warga Tionghoa saat perayaan Imlek berjalan lancar.

“Untuk hari ini yang kita bersihkan kurang lebihnya ya tempat ibadah mulai dari meja, ruangan untuk sembahyang dan peralatan untuk sembahyang.Setelah dilakukan pencucian nantinya rupang-rupang akan kita kembalikan seperti semula, dan digunakan sebagai pemujaan kembali,” ungkapnya.
Bambang menambahkan, perayaan imlek di Klenteng Cu an kiong Lasem tahun Shio tikus logam ini akan berlangsung sederhana. Ia berharap semua agama di Indonesia bisa rukun dan maju bersama – sama, sehingga bangsa Indonesia bisa lebih maju, aman dan damai. ( Rendi / Mifta )