Hari Bumi, Semen Gresik Kampanye Daur Ulang Sampah Plastik dan Tanam Pohon

oleh -132 views

REMBANG – cbfmrembang.com, Dalam rangka memperingati hari bumi sedunia setiap tanggal 22 Aprik, PT Semen Gresik mendorong gerakan daur ulang sampah plastik. Selain memacu kreativitas, upaya ini diharapkan berimbas positif mengurangi sampah plastik yang menjadi ancaman serius bagi bumi, terlebih beragam biota yang hidup di laut.

Kampanye ini disuarakan lewat kegiatan “Festival Jaga Bumi” yang digelar di kawasan Pantai Nyamplung Indah, Desa Tritunggal, Kecamatan Rembang, Senin (22/4/2019) siang. Ada empat kegiatan sekaligus yang dilaksanakan di kawasan wisata di Kota Garam ini. Mulai dari Bersih-bersih Pantai Nyamplung, Aksi Tanam Ribuan Pohon, Lomba Mewarnai “Satu Anak Satu Pohon”, dan Semen Gresik Recycle Fashion Carnival.

SEPEDA SANTAI POLRES REMBANG, HUT BHAYANGKARA KE-73

Ratusan pelajar mulai dari anak TK hingga mahasiswa, kalangan anak muda serta berbagai elemen lain antusias ikut meramaikan aksi peduli lingkungan yang digelar perusahaan persemenan terkemuka ini.

Festival Jaga Bumi yang dipusatkan di Pantai Nyamplung Indah ini diharapkan mampu mengangkat potensi wisata bahari di Kota Garam.

Direktur Operasional PT Semen Gresik Joko Sulistyanto mengatakan pihaknya berkomitmen menjaga kelestarian bumi sesuai aturan yang berlaku. Terkait hal itu, pihaknya juga selalu membuka pintu dialog dan komunikasi dengan berbagai elemen.

Meski tergolong “warga baru” di Rembang namun Semen Gresik sudah dan terus menerapkan konsep industri hijau dan pembangunan berkelanjutan dalam pengelolaan maupun pengembangan perusahaan.

“Kegiatan Festival Jaga Bumi ini merupakan salah satu upaya kita untuk menumbuhkan kesadaran dan sekaligus berkontribusi nyata dalam gerakan peduli lingkungan. Mulai dari anak-anak hingga dewasa kita ajak agar mereka juga lebih mencintai bumi ini,” kata Joko Sulistyanto, Senin (22/4/2019).

Asisten III Sekda Rembang Noor Effendi mengatakan pihaknya mengapresiasi upaya yang dilakukan Semen Gresik. Upaya ini diharapkan tak hanya mampu menumbuhkan rasa peduli dan cinta lingkungan saja namun juga dapat meningkatkan peran sebagai kawasan konservasi dan keanekaragaman hayati.
Ribuan pohon yang ditanam Semen Gresik di berbagai lokasi diproyeksikan tak hanya bisa menghasilkan oksigen namun juga penjaga ketersediaan air.

“Semoga manfaat Festival Jaga Bumi positif dan bisa meluas ke berbagai kawasan lainnya,” tandas Noor Effendi yang mewakili Bupati Rembang H Abdul Hafidz.

Kegiatan Semen Gresik Recycle Fashion Carnival termasuk salah satu yang menarik perhatian. Berbagai gaun unik dan menarik yang merupakan hasil kreativitas pelajar SMP dan SMA/Sederajat di Kabupaten Rembang ditampilkan dalam ajang itu. Beragam busana dirangkai dari aneka jenis sampah plastik.

Upaya pemanfaatan sampah plastik agar bisa diubah menjadi barang yang punya nilai tambah ini penting. Sebab sampah plastik menjadi persoalan serius di dunia, termasuk Indonesia.

Berdasar data dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis Kementrian Kelautan dan Perikanan pada tahun 2018, sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton/ tahun. Dari jumlah itu, sebanyak 3,2 juta ton sampah plastik itu masuk ke laut. Karena faktor ini pula, Indonesia menjadi penyumbang sampah plastik ke lautan terbesar kedua di dunia.

Sejumlah peristiwa kematian ikan paus yang di dalam perutnya ditemukan berton-ton sampah plastik dari beragam jenis cukup menjadi bukti betapa bahayanya sampah plastik.

“Butuh waktu lama untuk mengurai sampah plastik. Makanya kita dorong upaya daur ulang agar sampah tak menjadi masalah, namun bisa menjadi berkah,” ujar Joko Sulistyanto.

Salah seorang peserta Semen Gresik Recycle Fashion Carnival, Fadhe Agnes Dwi Febianti, pelajar kelas VII SMPN 3 Lasem mengaku antusias mengikuti event ini. Selama tiga hari, ia dan kawan-kawannya merangkai busana unik dari berbagai sampah plastik botol minuman kemasan, bungkus permen, sachet minuman instan dan lain sebagainya. Jika ditotal lebih dari 10 kilogram bahan dari sampah plastik yang digunakan untuk membuat busana bertema “Kapal Nyamplung” tersebut.

“Saya baru pertama kali membuat dan mengikuti ini. Wawasan saya juga lebih terbuka. Tambah bahagia karena SMP 3 Lasem dinobatkan jadi juara 1 event ini,” jelas Agnes. (Asmui