Harga Garam Lokal Rembang Terus Merosot

oleh -358 views

KALIORI – cbfmrembang.com, Beberapa bulan terakhir, harga garam rakyat di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, turun drastis, harga saat ini di kisaran Rp 900 hingga Rp 1.000 per kilogram.

Menurut salah satu pengusaha garam di wilayah Kecamatan Kaliori Pupon mengatakan, dibandingkan dengan harga pada saat musim produksi, justru kini harga garam semakin turun drastis, bahkan bisa dibilang anjlok.

SEPEDA SANTAI POLRES REMBANG, HUT BHAYANGKARA KE-73

Penurunan harga garam sudah dirasakan para petani dan pengusaha garam sejak awal bulan Januari 2019, harga garam berkisar antara Rp 1100 – Rp 1000. Kondisi tersebut diperparah pada bulan Februari sampai sekarang, harga garam lokal di tinkat petani tinggal Rp 700.

“Desember, Januari sudah mulai turun. Harga sudah mulai Rp 1000 – Rp 1100, terus Februari Rp 700 – Rp 800. Awalnya pada musim kemarau harga garam premium Rp 1400 – Rp 1500. Waktu Desember sudah mulai menurun, sudah memburuk, harga garam premium tinggal Rp 1000 – Rp 1100,” jelasnya.

Pupon menganggap, turunnya harga garam di musim ini tidak wajar. Sebab, biasanya pada saat turun hujan harga semakin mahal, karena petani tidak lagi memproduksi garam.

“Ini tidak biasa, harga garam justru semakin merosot di musim penghujan, kalau tahun tahun sebelumnya malah naik,” imbuhnya.

Faktor lain penyebab merosotnya harga garam di tingkat petani, karena minimnya pembeli dari luar daerah. Saat ini pun stok garam petani melimpah, dan masih beredarnya garam impor dipasaran.

“Kalau musim lalu, pembeli dari luar daerah yang biasa memborong garam petani, kali ini tidak ada. Masih banyak garam impor berkeliaran di pasaran yang membuat harga jatuh,” terangnya.

Oleh sebab itu, melalui Pupon, petani garam rakyat di Rembang berharap pemerintah mencari solusi, agar tidak berdampak buruk terhadap garam lokal, khususnya terhadap anjloknya harga. ( Asmui / Mifta )