Festival Sepak Bola Tingkat Dasar

oleh -

REMBANG – cbfmrembang.com, Ratusan murid Sekolah Sepak Bola (SSB) di Rembang mengikuti festival sepakbola anak di stadion Krida Rembang, Minggu (15/12/2019). Kegiatan tersebut merupakan rangkaian akhir dari kegiatan kursus kepelatihan Lisensi D yang digelar oleh Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Rembang yang berlangsung sejak Senin (9/12/2019) kemarin.

Dari pagi hingga siang hari mereka mengikuti berbagai program latihan yang diberikan para peserta kursus kepelatihan. Mulai dari cara mendrible bola, mengumpan, menendang dan teknik dasar bermain bola lainnya.

Detik -detik Kecelakaan Mobil di Pantura Kaliori Rembang, Mobil Hancur

Joko Susilo Asisten Pelatih Timnas Senior yang juga pengisi materi dalam kursus tersebut menjelaskan bahwa dalam festival tersebut menggambarkan bahwa sepakbola mengarah pada pengembangan diri. Terutama bagi anak- anak yang suka dengan sepakbola ini diajarkan tentang anti kekerasan, sportif, respect, kebiasaan hidup bersih.

Para peserta seperti mempraktekkan ilmu yang didapat selama kursus kepada anak- anak. Bagaimana belajar sepakbola itu juga menyenangkan dan mempunyai nilai untuk membentuk karakter anak menjadi lebih baik.

Dari pantauannya para peserta kursus dapat menangkap materi dengan baik. Namun demikian pengumuman lulus tidaknya masih menunggu tiga bulan lagi.

“Saya melihat potensi di rembang bagus-bagus untuk pelatihnya. Mereka mau belajar dan antusias, saya rasa ini modal bagus untuk persepakbolaan rembang. Hasil resminya saya melaporkan ke PSSI, untuk lisensi tiga bulan baru keluar, ” ungkapnya.

Setelah resmi mendapat lisensi D, para peserta bisa mengikuti kursus kepelatihan Lisensi C setelah enam bulan kemudian.

Suripto salah satu peserta kursus kepelatihan mengakui selama pelatihan sangat melelahkan dan menguras pikiran. Banyak materi yang tidak sangka penting untuk bermain sepakbola.

“Materinya sangat membantu para pelatih lokal. Ada yang sebetulnya kita belum tau bagaimana cara filosofi sepakbola Filenasia yang sedang digalakkan oleh PSSI, ” pungkasnya. (Ita/Mifta)