Fatayat NU Rembang , Dampingi Kerohanian Para Lansia

oleh -112 views

REMBANG – cbfmrtembang.com, Berbagi kepada sesama tidak harus berupa materi. Berbagi juga dapat dilakukan dengan banyak hal. Salah satunya ialah memberikan pendampingan kerohanian kepada para Lansia yang tinggal di panti.

Seperti apa yang dilakukan oleh para Pemudi Nahdlatul Ulama atau Fatayat NU. Mereka tanpa lelah setiap hari jum’at memberikan pembekalan untuk memperdalam pengetahuan keagaman. Karena masa tua merupakan masa – masa untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta.

SEPEDA SANTAI POLRES REMBANG, HUT BHAYANGKARA KE-73

Kepada Radio CBFM Ketua Fatayat NU Cabang Rembang Raabiatul Bisyriah mengaku, kegiatan tersebut berawal dari keperihatinannya ketika melihat para orang tua yang tinggal di panti jompo, 80 persen tidak bisa menunaikan ibadah sholat, padahal mereka sebagian besar beragama Islam.

Dari sinilah awal program pendampingan tersebut digagas oleh Fatayat NU Cabang Rembang untuk mendampingi para Lansia di panti jompo.

“Tujuannya biar mbah-mbah itru sudah sepuh, sudah lansia namanya sudah lansia itu kan tinggal menunggu panggilan. Mereka yang dipanti jompo hampir 80 persen gak kenal agama, padahal mereka muslim, Tapi mereka kebanyakan dari jalanan, dibuang keluarganya, dari jalanan tidak punya keluarga, tapi mereka agamanya nol, adasih beberapa yang sudah bisa shalat, tapi itu bisa dihitung dengan jari. Padalah disitu ada sekitar 70 orang. Yang bisa shalat hanya 4 orang laki-laki, dan 3 orang perempuan Lansia,” jelasnya.

Program tersebut sudah dilakukan secara rutin oleh Fatayat NU Cabang Rembang. Sekaligus melengkapi kegiatan keagamaan yang diberikan oleh Kementerian Agama, dan dari Internal Panti sendiri.
Kegiatan ngaji bareng penghuni panti merupakan program Bidang Dahwah Fatayat NU Cabang Rembang. Setiap kali melakukan pengajian, mereka mengirimkan tim dakwa Fatayat NU yang memiliki kapasitas keagamaan yang mumpuni.

Dibalik pendampingan semua itu, menurut Raabiatul Bisyriah ada pesan moral yang dapat diambil oleh para anggota Fatayat NU untuk lebih menyayangi dan mencintai orang tua sendiri. Karena dibalik tembok rumah panti terdapat banyak cerita duka yang dialami oleh meraka. Mulai dari diusir menantu dari rumahnya sendiri, ataupun ditelantarkan oleh keluarga. (Asmui/Mifta)