Emak- emak di Purworejo dilatih Mengolah Ikan Bandeng Presto

oleh -167 views

KALIORI – cbfmrembang.com, Dalam Upaya meningkatkan hasil olahan ikan lokal, Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan) Kabupaten Rembang mengadakan pelatihan pengolahan pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan khususnya untuk emak- emak atau ibu-ibu dari Desa Purworejo di Balai Desa Purworejo, Selasa (12/3/2019). Pelatihan yang diberikan antara lain pengolahan ikan bandeng cabut duri dan bandeng presto.

Kepala bidang bina usaha dan pemasaran serta pengolahan hasil perikanan Dinlutkan Kabupaten Rembang, Sunyoto mengatakan selain mendapat pelatihan peserta pelatihan juga diberikan alat pengolah. Dengan harapan setelah mendapat ilmu, peserta bisa langsung mempraktekkannya dalam mengolah hasil panen bandeng mereka.

SWALAYAN PANTES DI KECAMATAN LASEM REMBANG TERBAKAR

Tidak hanya itu, peserta juga dibekali ilmu untuk memasarkan produk hasil olahannya. Agar kedepan peserta tidak bingung dalam menjual dan mencari pasar untuk produksinya.

“Pada hari ini diberikan alat presto, ada panci, ada timbangan, ada pinset untuk cabut duri dan peralatan lainnya,” terang Sunyoto saat ditemui disela-sela kegiatan.

Melalui pelatihan ini Sunyoto berharap akan lahir pelaku UKM baru dalam hal pengolahan sumber daya perikanan khususnya di Desa Purworejo. Dengan begitu perekonomian warga setempat akan meningkat meskipun dengan tingkat usaha mikro.

Sementara itu, Kepala Desa Purworejo Kasmiyati mengungkapkan, sebelumnya warga desanya sudah pernah mendapatkan pelatihan pembuatan rengginang teri, namun tidak dapat berkembang dikarenakan tingkat ketelitian pembuatan rengginang cukup menyusahkan para warga untuk memproduksinya, sehingga sebagian warga kurang berminat.

Dirinya berharap pelatihan kali ini dapat meningkatkan minat dan wawasan warganya dalam mengolah ikan khususnya ikan bandeng, mengingat prosesnya yang cukup mudah dan tidak membutuhkan tenaga banyak.

“Kalo membuat bandeng presto sebagian sudah ada, namun kurang berkembang. Mungkin dengan adanya pelatihan ini dapat menambah wawasan untuk kelanjutannya,” pungkasnya.

Selama pelatihan para peserta terlihat antusias. Dan pada tahapan cabut duri terlihat peserta harus bersabar dan teliti. (Rendi/Mifta)