Edarkan Uang Palsu, Warga Grobogan Ditangkap Polres Rembang

oleh -
Kapolres Rembang saat gelar perkara temuan uang palsu jumlahnya diperkirakan 5 jutaan

REMBANG – cbfmrembang.com, Aparat kepolisian Resor Rembang mengamankan seorang pria yang diduga pengedar uang palsu (Upal) di wilayah Kecamatan Sumber, Rembang.

Pelaku berinisial SW warga Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan. Terduga pelaku diamankan lengkap dengan barang bukti ratusan lembar uang palsu dengan berbagai pecahan. Seperti pecahan10 ribu, 20 ribu, 50 ribu, dan 100 ribu.

DETIK-DETIK RUNTUHNYA KUBAH MASJID JAMI’DESA KARANGASEM KECAMATAN SEDAN

Kapolres Rembang AKBP Dolly A. Primanto mengatakan, saat ini pelaku sudah menyandang status tersangka dan mendekam di rumah tahanan Mapolres Rembang.

Modusnya kata Kapolres, tersangka mencari lawan taruhan di desa-desa penyelenggara Pilkaes. Kebetulan, saat itu salah satu desa di Kecamatan Sumber yang menjadi target tersangka.

Di desa yang dituju, pelaku mendapatkan lawan taruhan seorang warga berinisial SP, warga di salah satu desa di Kecamatan Sumber yang saat itu desanya sedang menyelenggarakan Pilkades.

Antara SW dan SP sepakat taruhan Rp 5 juta. Mereka lantas bertemu di dekat pasar Desa Krikilan untuk menyerahkan uang. Tersangka membawa uang palsu yang diperkirakan jumlahnya Rp 10 juta yang dibungkus dengan plastik hitam.

Dengan alasan buru-buru agar tidak ketahuan polisi, pelaku lantas meminta uang asli milik korban senilai Rp 5 juta, untuk ditukar dengan uang palsu Rp 10 juta yang dibawa pelaku. Korbanpun menyerahkan tanpa ada rasa curiga. Setelah berhasil memperdayai korbannya pelaku lantas pergi menghilang.

“Korban baru sadar kalau uang yang diberikan pelaku itu adalah uang palsu, setelah ada seseorang yang ingin menukar uang dengan pecahan Rp 20 ribu rupiah. Si penukar itu curiga, kalau uang milik korban itu tidak sama dengan Rp 20 ribuan yang asli, warnanya pudar, dan kusam,” kata Kapolres.

Merasa tertipu, korban lantas melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Rembang. Setelah dilakukan pencarian, pelaku dapat diamankan.

Berdasarkan pengakuan pelaku, pecahan uang palsu yang ia bawa sempat diedarkan diwilayah Kabupaten Rembang. Oleh karena itu, bagi masyarakat dihimbau untuk berhati-hati dalam bertransaksi. Hindari transaksi terburu-buru, dan ditempat yang gelap, agar terhindar dari pengedar uang palsu.

Adapun barang bukti uang palsu yang diamankan pecahan 100 ribu 56 lembar, 50 ribuan 136 lembar, pecahan 20 ribuan 433 lembar, dan satu lembar uang palsu pecahan 10 ribuan.

Temuan uang palsu tersebut sudah berdasarkan penelitian oleh Bank Indonesia (BI) Kantor Semarang, dan sudah diteliti mengenai ke asliannya. Pihak menyatakan temuan Polres Rembang semuanya adalah uang palsu.

Pelaku dikenakan Pasal 36 ayat 2 dan 3 Undang – undang tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara, dengan denda Rp 50 miliyar.

Hingga saat ini, polisi terus mengembangkan kasus tersebut, untuk mengusut asal muasal uang palsu tersebut dibuat. Polisi menduga akan ada penambahan tersangka dalam kasus ini.

Agar terhindar dari uang palsu, masyarakat dapat melakukan tiga D, yaitu dilihat, ditrawang, dan diraba. Karena pada uang yang asli, pada angka hurufnya timbul. (Asmui/Mifta)