Duta Batik Terpilih, Siap Promosikan Batik Rembang

oleh -

REMBANG – cbfmrembang.com, Dalam rangka mempromosikan batik tilis Lasem sebagai khas Kabupaten Rembang, pemerintah daerah, melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata membentuk duta batik tahun 2019. Grand final pemilihan duta batik dilaksanakan Sabtu malam (26/10/2019) di halaman TRP Kartini Rembang.

Dalam pemilihan tersebut hadir Bupati Rembang H Abdul Hafidz bersama istri, Wakil Bupati Rembang H Bayu Andriyanto bersama istri. Selain itu, para kepala dinas se Pakujimbara, dan Ratubangnegoro.

Detik -detik Kecelakaan Mobil di Pantura Kaliori Rembang, Mobil Hancur

Dalam kesempatan itu, ada sepuluh nama yang masuk pada babak final pemilihan duta batik Rembang 2019, dari puluhan pendaftar yang mengikuti babak penyisihan duta batik yang dilaksanakan beberapa hari sebelumnya.

Dalam kesempatan itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang Dwi Purwanto mengatakan, batik termasuk sektor industri yang diandalkan oleh daerah, masyarakat. Bahkan, insdustri perbatikan juga diandalkan untuk menambah devisa negara.

Selain itu, secara bertahap, batik memiliki daya tarik dan pengaruh yang sangat besar terhadap sektor kehidupan masyarakat di Indonesia khususnya Kabupaten Rembang. Sehingga, darisinilah keaneka ragaman batik menjadikan aset bangsa Indonesia diakui oleh dunia.

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Rembang berupaya menata diri, untuk lebih mengembangkan dan meningkat minat pengguna batik. Salah satunya dengan pembentukan duta batik, untuk memberikan informasi yang akurat, efekstif, dan efisien kepada masyarakat tentang batik Rembang. Nantinya duta batik yang terpilih tentunya harus kreatif, inovatif, percaya diri, berpengalaman, dan ditunjang dengan penampilan yang simpatik.

“Maka Kabupaten Rembang ikut menata diri dan daya tarik akan budaya batik yang sudah ada di Kabupaten Rembang. Sekaligus untuk meningkatkan jumlah pengguna batik sekaligus melestarikan batik di Rembang. Dengan memberikan informasi yang akurat efektif dan efisien diperlukan ego duta batik yang kreatif inovatif, percaya diri, pengalaman, dan ditunjang penampilan yang simpatik mereka diharapkan mewakili daerahnya untuk dapat mempromosikan aset budaya yang ada didaerahnya,”pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Rembang Abdul Hafidz menegaskan, jika batik tulis Kabupaten Rembang sangat berbeda dengan batik dari daerah lain. Batik tulis lasem memiliki nilai filosofis dan nilai historis, yang menjadikan batik tersebut memiliki nilai yang sangat tinggi.

Oleh karea itu kata Bupati, Dinas Kebudayan dan Pariwisata tidak salah jika menggelar lomba duta batik, yang bertujuan untuk memajukan industri perbatikan di Kabupaten Rembang.

“Batik tulis Lasem ini tidak bias disamai dengan batik dari daerah lain, karena batik tulis Lasem memiliki nilai filosofis, nilai historis dan nilai budaya. Nilai inilah yang mahal, yang itu kita punya kesempatan untuk melestarikannya. Jadi batik tulis Lasem, sangat unik dan klasik tetapi tetap harus kita tingkatkan karena nilai tersebut. Oleh karena itu tidak salah kalau Dinas Pariwisata punya kegiatan lomba duta batik sebagai insan yang mampu mendorong sekaligus sebagai agen perbatikan baik untuk kemudaannya, kebudayaannya, maupun pemakainya. Jadi duta ini nanti yang akan mengolah bagaimana orang menyukai batik, bagaimana kita meningkatkan kualitasnya,” kata bupati.

Abdul Hafidz menambahkan, wacana penggunaan batik bagi siswa sekolah SD dan SMP sederajat di Kabupaten Rembang yang belum terwujud akan kembali digulirkan pada 2020 mendatang. Pihaknya akan mengintruksikan kepada Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga untulk menindak lanjuti hal tersebut. Bahkan, agar lebih merata, pemerintah kabupaten akan membicarakan hal tersebut kepada pemerintah Provinsi Jawa Tengah, agar sekolah SMK dan SMK dapat ikut serta menggunakannya.

“Saya satu tahun yang lalu tapi sampai sekarang belum bisa terlaksana. Statemen saya anak sekolah yang ada di Rembang akan kita arahkan untuk memakai batik. Tahun 2020 Dinas Pendidikan akan kita intruksikan agar satu atau dua hari anak sekolah SD dan SMP untuk memakai batik. Disamping kelihatan budayanya, kerenannya, juga akan berdampak terhadap ekonomi. Ini baru bicara anak SD dan SMP, nanti saya akan berbicara dengan pak gubernur agar anak SMA juga dapat menggunakannya,” tambahnya.

Terpilih sebagai Juara 1 Duta Batik adalah Putra Vigo Senja Vazenza dari SMAN 1 Rembang dan Putri Safira Istikhah dari SMAN 2 Rembang. ( Asmui / Mifta )