DPRD Lamongan Studi Banding Perparkiran di Rembang

oleh -

REMBANG – 14 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Lamongan melakukan studi banding terkait parkir berlangganan di Rembang. Rombongan di terima oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Drs Achmad Mualif beserta dinas terkait di ruang rapat Bupati, selasa (25/2).

Ketua rombongan Pujik S. Effendi ST mengatakan saat ini Pendapatan Asli Daerah di Lamongan dari sektor parkir sekitar Rp. 8 milyar setahun dan sebagian besar berasal dari parkir berlangganan. Namun parkir berlangganan sendiri saat ini menuai polemik di masyarakat.

Pujik berharap dari hasil studi di Rembang nantinya dapat diterapkan di kabupaten Lamongan. Selain itu DPRD Lamongan juga menyoroti reaktifasi jalur kereta api di Rembang

Kepala Bidang Lalu lintas pada Dinas Perhubungan Ir Suwarno menjelaskan parkir berlangganan di Rembang terakhir kali tahun 2017 kemudian dihentikan hingga sekarang. Penyebabnya adalah banyaknya komplain dari masyarakat terkait pelaksanaan parkir berlangganan. Penghentian tersebut juga sudah sesuai dengan Perda yang berlaku.

Terkait dengan reaktifasi jalur kereta api Mualif menjelaskan reaktifasi dijalankan sesuai Perpres no 79 tahun 2019. Saat ini pemerintah sedang menjalankan survey. Sehingga nantinya dapat meminimalisir konflik sosial yang terjadi jika reaktifasi tersebut dilaksanakan. ( Humas Rembang )